Melambung 137% dalam Sebulan, Lompatan Saham WIKA Ditopang Sejumlah Sentimen Ini
JAKARTA, investortrust.id – Saham emiten konstruksi pelat merah melesat dalam sebulan terakhir, penguatan tertinggi dicatatkan saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Total kenaikan saham WIKA telah mencapai 137,56% dalam sebulan terakhir.
Sedangkan pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), sesi I, saham WIKA melesat 78 poin (20%) ke level Rp 468. Dengan torehan tersebut, saham WIKA telah terbang 137,56% dalam sebulan dari penutupan perdagangan, Senin (5/8/2024), level Rp 197 menjadi Rp 468.
Analis Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, penguatan saham WIKA disebabkan oleh dinamika laporan keuangan oleh WIKA dan juga aksi korporasi selanjutnya yang akan dicermati oleh investor.
Baca Juga
Ada Saham Cuan Sepekan 68,25%, Saham BUMN Karya Ini Tak Mau Kalah
“Misalnya, aksi kooperasi lainnya yang dilihat investor adalah restrukturisasi utang. Kemudian juga disisi lain ada terkait dengan bagaimana WIKA bisa mampu meraih peningkatan perolehan kontrak baru,” ujar Nafan pada investortrust.id, Senin(2/9/2024).
Berkat penguatan pesat tersebut, Nafan memilih untuk merekomendasikan hold saham WIKA. Sebab target harga lama WIKA Rp 464 sudah berhasil tercapai dengan baik.
Sebagai informasi, WIKA berhasil membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 401,95 miliar di semester I-2024 atau adanya pembalikan profitabilitas dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencatatkan rugi bersih atribusi sebesar Rp 1,88 triliun.
Baca Juga
Wijaya Karya (WIKA) Berbalik Bukukan Laba Sebesar Rp 401,95 Miliar di Semester I-2024
Kenaikan laba tersebut juga mengerek laba per saham dasar menjadi Rp 20,86 per Juni 2024, dibandingkan periode yang sama tahun 2023 yang mengalami rugi per saham Rp 209,72 per saham.
Walaupun demikian, pendapatan WIKA telah mengalami pelemahan sebesar 18,57% secara tahunan menjadi Rp 7,53 triliun pada semester I 2024 dibanding Rp 9,25 triliun di perioda yang sama tahun 2023.
Lebih lanjut, WIKA mencatat peningkatan perolehan kontrak baru hingga bulan Juni 2024, dimana Perseroan telah meraih kontrak sebesar Rp10,25 Triliun pada semester 1 tahun ini. Kontribusi terbesar atas perolehan kontrak baru tersebut berasal dari segmen industri, diikuti segmen infrastruktur, gedung, proyek EPC dan properti.
Sementara itu, berdasarkan komposisi pemberi kerja, sebagian besar proyek berasal dari sektor BUMN dan Pemerintah dengan skema pembayaran monthly progress payment.
Baca Juga
Lebih lanjut, proyek-proyek strategis yang digarap oleh WIKA di IKN telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dan kini berada dalam tahap penyelesaian akhir. Menurut keterangan resmi, Kamis (22/8/2024), pembangunan proyek Jalan Tol IKN saat ini juga telah memasuki tahap akhir pengerjaan dimana tengah berfokus pada penyelesaian pekerjaan pengaspalan, pemasangan guardrail, penandaan marka, serta penghijauan sepanjang jalur tol.
Di samping itu, pembangunan Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Timur juga hampir selesai dan sudah bisa digunakan secara fungsional untuk mendukung pelaksanaan upacara di IKN. Nantinya kedua proyek tersebut akan memberikan akses yang semakin memadai dan mendukung konektivitas di kawasan IKN.
Saat ini, WIKA tengah melakukan pembangunan Jaringan Perpipaan Air Limbah Zona 1 dan Zona 3 Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Negara (KIPP IKN), yang berlokasi di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.
Grafik Saham WIKA

