Dua Saham Fenomenal 2024, Bahkan Satu Saham Bermodalkan Rp 31,60 Miliar bisa Untung Rp 2,77 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Meratus Jasa Prima Tbk (KARW) dan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) menjadi dua saham fenomenal di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2024 berjalan atau year to date (ytd). Hal ini didukung lompatan harga dua saham tersebut secara signifikan dalam delapan bulan terakhir atau sejak diakuisisi pengendali baru.
KARW merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa bongkar muat, serta pengembangan, pembangunan, dan pengoperasian sarana prasarana maritim dan jasa terkait. KARW yang dikendalikan Meratus Group ini juga menjadi penyedia bisnis pelayaran, logistik, dan pelabuhan terkemuka di Indonesia. Adapun, FORU merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa periklanan, kehumasan, pameran, multimedia, dan promosi yang lebih dikenal dengan nama Fortune PR.
Berdasarkan data, saham KARW telah melambung 117,5 kali atau 11.750% dari Rp 50 menjadi Rp 5.925 hanya dalam kurun waktu sejak akhir tahun 2023 sampai 39 Agustus 2024. Lompatan menjadikan kapitalisasi pasar saham ini melambung menjadi Rp 3,47 triliun kian mendekat saham PT Temas Tbk (TMAS) dengan kapitalisasi Rp 8,61 triliun.
Begitu juga dengan FORU terus melambung, meskipun saham ini berkali-kali terkena suspensi dengan alasan sama dan diperdagangan di papan pemantauan khusus (PPK). Berdasarkan data BEI, saham FORU telah melesat 1.633,33% atau 17,33 kali dari level Rp 135 menjadi Rp 2.340 sepanjang year to date (ytd).
Baca Juga
Lantas, berapa keuntungan pengendali baru setelah menuntaskan akuisisi saham KARW dan FORU? Berdasarkan data awal lompatan harga saham KARW ditopang kabar perusahaan grup Meratus, PT Saranakelola Investa, mengakuisisi sebanyak 80,28% dari ICTSI Far East Ltd pada awal Februari 2024. Aksi tersebut berdampak terhadap perubahan pengendali saham perseroan.
Perusahaan asal Surabaya tersebut membeli sebanyak 80,28% saham KARW dari ICTSI Far East Ltd pada Februari 2024 dengan harga Rp 66 per saham, sehingga total dana yang digelontorkan mencapai Rp 31,60 miliar.
Dengan harga penutupan saham KARW level Rp 5.925, nilai saham KARW yang digenggam Saranakelola telah mencapai Rp 2,97 triliun. Artinya keuntungan atau gain Saranakelola dari saham tersebut telah mencapai Rp 2,77 triliun.
Baca Juga
Lompatan Saham Meratus (KARW) dan Fortune (FORU) Kejar-Kejaran, Siapa paling Cuan?
Terkait dengan pengendali baru KARW, Saranakelola Investa, merupakan perusahaan yang mayoritas sahamnya dikendalikan keluarga Charles Menaro. Berdasarkan data, Charles Menaro, Tony Menaro, dan Frank Menaro bertindak sebagai pemegang 67,5% saham Saranakelola.
Sisanya dimiliki pemegang saham inidividu lainnya, Daniel Azwin sebanyak 7,5%, Irsan Budianto (3,75%), Yasmine Indrayati (7,5%), The Tiong Hian (5%), Ichsan Budiarso (3,75%, dan Sjarif Hadiwidjaja (5%).
Charles Menaro bertindak sebagai presiden komisaris Meratus Group, yaitu perusahaan pertama yang mengintegrasikan pelayaran dan logisik yang telah beridiri 66 tahun di Indonesia. Perseroan sebelumnya telah menambah kapasitas armada untuk peningkatkan volume pengiriman internasional dengan membeli MV Meratus Kaimana, yaitu kapal container dengan kapasitas 693 TEUs.
FORU
Sementara itu, lompatan harga saham FORU terjadi setelah IMR Asia Holdings menuntaskan akuisisi sebanyak 361,5 juta atau 77,71% saham dari perusahaan yang dikendalikan Peter Sondakh, yaitu PT Karya Citra Prima. Nilai akuisisinya Rp 125,31 per saham, sehingga total dana yang digelontorkan mencapai Rp 45,29 miliar.
Baca Juga
Dihargai Hanya Rp 125 per Saham, IMR Asia Tuntaskan Akuisisi 77,7% Saham Fortune (FORU)
Bandingkan dengan harga saham FORU pada penutupan perdagangan saham kemarin Rp 2.340, sehingga nilai saham FORU yang digenggam IMR Asia telah melesat dari Rp 45,29 miliar menjadi Rp 845,91 miliar atau telah cuan Rp 800,60 miliar.
Tak hanya IMR Asia, Karya Citra Prima yang masih memiliki 11,55% saham FORU ikut ketiban cuan. Dengan harga penutupan Rp 2.340, nilai saham KARW yang dipegang perusahaan Peter Sondakh ini telah mencapai Rp 125,70 miliar. Nilai tersebut jauh di atas harga jual sebanyak 77,71% saham FORU kepada IMR Asia.
Grafik Saham KARW dan FORU

