Bermodalkan Rp 31,60 Miliar, Investor Ini Cuan Rp 1,42 Triliun kurang dari 8 Bulan di Saham Ini (KARW)
JAKARTA, investortrust.id – Laju kenaikan harga saham PT Meratus Jasa Prima Tbk (KARW) tak terbendung usai diakuisisi grup Meratus melalui PT Saranakelola Investa dari ICTSI Far East Ltd pada Februari 2024. Hingga Selasa (21/8/2024), saham KARW telah melambung 6.080 atau hamper 62 kali.
Perusahaan asal Surabaya yang pengendali grup Meratus PT Saranakelola Investa resmi menjadi pemegang 80,28% saham KARW setelah menuntaskan akuisisi saham dari ICTSI Far East Ltd pada Februari 2024. Nilai transaksinya setara dengan Rp 66 per saham, sehingga total dana yang diglontorkan mencapai Rp 31,60 miliar.
Baca Juga
Usai Meratus CSPA Beli 80,19% Kepemilikan, Saham ICTSI Jasa Prima (KARW) Melesat 324%
Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham KARW menguat Rp 280 (9,96%) menjadi Rp 3.090, sehingga kapitalisasi pasar (market cap) meningkat menjadi Rp 1,81 triliun. Saham KARW konsisten melesat auto reject atas (ARA) bebulan-bulan, meskipun sahamnya ditransaksikan di papan pemantauan khusus (PPK).
Dengan kepemilikan sebanyak 471,35 juta saham KARW, total nilai saham KARW yang dikendalikan Saranakelola mencapai Rp 1,45 triliun, dibandingkan dengan harga beli Rp 31,60 miliar. Saranakelola telah cuan senilai Rp 1,42 triliun kurang dari tujuh bulan.
Secara kinerja keuangan, KARW justru mencatatkan penurunan pendapatan dari US$ 4,02 juta menjadi US$ 2,10 juta pada semester I-2024. Penurunan tersebut memicu perseroan catatkan rugi periode berjalan US$ 66.028, dibandingkan dengan laba periode berjalan semester I-2023 senilai US$ 1,27 juta.
KARW juga mencatatkan penurunan total aset dari US$ 12,43 juta pada semester I-2023 menjadi US$ 11,97 juta pada semester I-2024. Total liabilitas cenderung stabil dari US$ 44,76 juta menjadi US$ 44,37 juta.
Baca Juga
Usai Meratus CSPA Beli 80,19% Kepemilikan, Saham ICTSI Jasa Prima (KARW) Melesat 324%
Terkait dengan pengendali baru KARW, Saranakelola Investa, merupakan perusahaan yang mayoritas sahamnya dikendalikan keluarga Charles Menaro. Berdasarkan data, Charles Menaro, Tony Menaro, dan Frank Menaro bertindak sebagai pemegang 67,5% saham Saranakelola.
Charles Menaro
Sisanya dimiliki pemegang saham inidividu lainnya, Daniel Azwin sebanyak 7,5%, Irsan Budianto (3,75%), Yasmine Indrayati (7,5%), The Tiong Hian (5%), Ichsan Budiarso (3,75%, dan Sjarif Hadiwidjaja (5%).
Charles Menaro bertindak sebagai presiden komisaris Meratus Group, yaitu perusahaan pertama yang mengintegrasikan pelayaran dan logisik yang telah beridiri 66 tahun di Indonesia. Perseroan sebelumnya telah menambah kapasitas armada untuk peningkatkan volume pengiriman internasional dengan membeli MV Meratus Kaimana, yaitu kapal container dengan kapasitas 693 TEUs.
Grafik Saham KARW

