Dihargai Hanya Rp 125 per Saham, IMR Asia Tuntaskan Akuisisi 77,7% Saham Fortune (FORU)
JAKARTA, investortrust.id – IMR Asia Holding Pte Ltd menuntaskan akuisisi sebanyak 77,7% saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) dari PT Karya Citra Prima yang dikendalikan Peter Sondakh. Nilai akusisinya hanya Rp 125,31 per saham atau jauh di bawah harga terakhir Rp 810 per saham.
Perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Singapura telah menuntaskan akuisisi 77,7% saham FORU pada 7 Maret 2024. Dengan demikian, pengendali saham FORU akan otomatis berganti dari semula Rajawali Group melalui Karya Citra Prima menjadi IMR Asia Holding.
Baca Juga
Saham Milik Peter Sondakh (FORU) Melesat 400%, Simak Kembali Penawaran Ini
“Pengambilalihan tersebut bertujuan dalam rangka investasi dan pengembangan perusahaan. Saham FORU diakisisi dengan harga Rp 125,31 per saham, sehingga totalnya mencapai Rp 42,29 miliar,” tulis pengumuman resmi IMR Asia di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Jumat (8/3/2024).
Terkait nilai akuisisi, IMR Asia Holding mengakuisii saham FORU dengan harga Rp 125,31 per saham, sehingga nilai akuisisinya mencapai Rp 45,29 miliar. Nilai akuisisi tersebut jauh di bawah harga penutupan saham FORU sebelum disuspensi level Rp 810.
Saat ini, perdagangan saham FORU masih dihentikan sementara (suspend) kedua kali sejak 29 Februari 2024. Penghentian tersebut sejalan dengan penguatan harga sahanya dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga
Usai SMMT, Grup Rajawali Rancang Lepas Saham Fortune Indonesia (FORU)
Dengan harga tersebut, saham FORU telah melesat 500% sepanjang 2024 berjalan atau year to date (ytd) dari level penutupan akhir tahun lalu Rp 135 menjadi Rp 810.
Manajemen FORU dalam pengumuman di BEI sebelumnya menyebutkan bahwa IMR Asia Holding Pte Ltd tertarik untuk mengakuisisi mayoritas saham PT Fortune Indonesia FORU dari Karya Citra Permai. Rencana tersebut menjadi pemicu utama lompatan harga saham FORU dalam beberapa pekan terakhir.
PT Karya Citra Prima merupakan pengendali dengan kepemilikan 89,25% saham FORU. Karya Prima merupakan perusahaan yang dikendalikan grup Rajawali, yaitu perusahaan yang dibangun Peter Sondakh. Namun demikian belum disebutkan jumlah saham dan harga akuisisi, karena masih tahap negosiasi.

