Saham Fenomenal Ini (DCII) Tembus Rekor, Penguatan Capai 149 Kali
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) tembus rekor tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) setelah menyentuh rekor Rp 62.600 pada perdagangan intraday sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (13/9/2024). Level tertinggi terakhir saham ini Rp 59.000 pada 16 Juni 2021.
DCII merupakan perusahaan pengembang dan pemilik pusat data (data center) swasta terbesar di Indonesia. Perusahaan ini dikendalikan Otto Toto Sugiri, Marina Budiman, Han Aming Hanfia, hingga Anthoni Salim pemilik grup Salim. Sedangkan hingga pukul 10.00 WIB, penguatan saham DCII mencapai Rp 5.600 (10,73%) menjadi Rp 57.800.
DCII merupakan perusahaan data center pertama yang mencatatkan saham di BEI. Saham ini listing perdana dengan harga Rp 420 pada 6 Januari 2024. Saham DCII merupakan saham listing perdana yang fenomenal tahun 2021. Sebab, saham ini catatkan auto reject atas (ARA) berbulan-bulan setelah resmi masuk bursa dengan kenaikan dari Rp 420 menjadi Rp 59.000 pada 17 Juni 2021 atau melesat 13.947%.
Baca Juga
Dengan harga tertinggi Rp 62.600, maka penguatan saham DCII telah mencapai 14.804,76% atau naik lebih dari 149 kali terhitung sejak 6 Januari 2021 hingga 13 September 2024. Bahkan, saat ini kapitalisasi pasar (market cap) DCII telah lebih dari Rp 134 triliun mengalahkan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (IBCP) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).
Terkait kinerja keuangan, DCI Indonesia (DCII) mencatatkan kenaikan laba periode berjalan menjadi Rp 299,62 miliar pada semester I-2026, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 242,23 miliar.
Kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan dari Rp 632,81 miliar menjadi Rp 737,30 miliar.Laba usaha perseroan juga meningkat dari Rp 331,83 miliar menjadi Rp 378,66 miliar. Sedangkan beban keuangan perseroan turun dari Rp 52,13 miliar menjadi Rp 41,73 miliar.
Baca Juga
Otto Toto Sugiri Beberkan Pengembangan DCI Indonesia (DCII) Berikut Ini
Saat ini, DCII mengoperasikan tiga pusat data yang mencakup DCI-Hyperscale 1 (H1) di Cibitung, Kabupaten Bekasi; DCI-H2 di Karawang, dan DCI-E1 Jakarta. Secara kapasitas, tiga pusat data tersebut mencapai 83 megawatt (MW).
DCII sedang meningkatkan kapasitas DCI-H1 dengan membangun gedung kelima di lokasi tersebut. Gedung tersebut akan menambah kapasitas pusat data DCII hingga 36 MW dari total target penambahan kapasitas tahun ini sebesar 119 MW.
Berdasarkan data registrasi pemegang saham, Otto Toto Sugiri bertindak sebagai pemegang terbanyak 29,9% ssaham DCII, disusul Marina Budiman menguasai sebanyak 22,51% saham DCII, dan Han Arming Hanafia sebanyak 11,12%. Adapun Anthoni Salim, pengendali grup Salim, menguasai 11,12% saham DCII. Kenaikan tersebut menjadikan kekayaan Otto Toto Sugiri melesat menjadi US$ 3 miliar.
Grafik Saham DCII

