Tuntaskan Akuisisi 90,11% Saham Inti Bangun (IBST), Begini Dampaknya bagi Sarana Menara (TOWR)
JAKARTA, investortrust.id – PT Sarana Menara Nusanatara Tbk (TOWR) melalui cucu usahanya PT Iforte Solusi Infotek telah menuntaskan akuisisi sebanyak 90,11% saham PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) senilai Rp 3,42 triliun. Lalu, bagaimana dampak akuisisi mayoritas saham tersebut bagi TOWR?
Analis Sucor Sekuritas Christofer Kojongian menyebutkan bahwa akuisisi tersebut akan memperkuat posisi Sarana Menara sebagai infrastruktur telekomunikasi nomor dua di Indonesia, baik dari sisi jumlah menara dan tercatat sebagai perusahaan dengan gelaran fiber optic terpanjang.
Baca Juga
Sarana Menara (TOWR) Tuntaskan Akuisisi 90,11% saham Inti Bangun (IBST), Nilainya Segini
Akuisisi tersebut menjadikan total menara telekomunikasi perusahaan yang dikendalikan grup Djarum ini (TOWR) meningkat menjadi 34.283 menara, 38.000 tenan dan fiber optic sepanjang 220.975 kilo meter (km). “Akuisisi berpotensi menambah EBITDA perseroan lebih dari Rp 700 miliar atau setara dengan 10% dari total EBITDA,” tulisnya dalam riset yang dipublikasikan di Jakarta, hari ini.
Meski berdampak positif bagi posisi pasar perseroan, dia mengatakan, akuisisi ini bisa berimbas negative terhadap keuangan, seiring dengan kenaikan biaya bunga. Akuisisi yang dibiayai dari kas internal dan pinjaman ini berpotensi mengerek net debth to equity perseroan dari 2,3 kali menjadi 2,7 kali.
Selain faktor tersebut, dia mengatakan, perseroan melalui IBST tengah menghadapi risiko dari merger PT XL Axiata Tbk (EXCL) dengan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN). Sebab, merger tersebut berpotensi mengurangi tenan perseroan. Apalagi kedua operator tersebut tercatat sebagai penyewa terbesar menara telekomunikasi IBST.
Baca Juga
Sarana Menara (TOWR) Mau Bayar Sisa Dividen Tunai Rp 901 Miliar, Cum Date 4 Juli 2024
Secara fundamental, dia mengatakan, TOWR masih perkasa dengan target rata-rata pertumbuhan tahunan laba bersih 12% periode 2024-2025 menjadi Rp 3,6 triliun dan Rp 3,9 triliun. TOWR juga tercatat sebagai perusahaan menara dengan ROE paling tinggi, dibandingkan emiten sejenis. ROE TOWR mencapai 19,8%, dibandingkan TBIG sekitar 13,3% dan MTEL mencapai 5,9%.
TOWR juga tercatat sebagai emiten menara dengan biaya dana lebih rendah mencapai 6,3%. Sedangkan saham TOWR saat ini ditransaksikan dengan rata-rata 10 kali dan 1,5 kali STD.
Hal ini mendorong Sucor Sekuritas untuk tetap mempertahankan rekomendasi beli saham TOWR dengan target harga Rp 1.500. Target tersebut mengimplikasikan perkriaan PE sekitar 21 kali dan EV/EBITDA sektiar 11,6 kali. Saham TOWR juga layak jadi pilihan didukung kuatnya pertumbuhan pendapatan non menara.
Baca Juga
Bisnis Menara Telko Tetap Kuat, Begini Target Harga Baru Saham Sarana Menara (TOWR)
Sementara itu, analis Stockbit Sekuritas Theodorus Melvin dalam komentar pasar sebelumnya menilai positif transaksi tersebut bagi TOWR, karena harga pembelian IBST jauh lebih rendah, dibandingkan dengan harga saat ini. Harga akiisisi tersebut jauh di bawah perkriaan.
Estimasi Keuangan TOWR
Sumber: Sucor Sekuritas
Manajemen TOWR sebelumnya telah mengumumkan Iforte akan membeli saham IBST dari pemegang saham mayoritas PT Bakti Taruna Sejati dan saham beberapa pemegang saham minoritas lainnya. “Usai transaksi tersebut, Iforte akan bertindak sebagai pengendali dan pemegang saham terbesar IBST,” tulisnya.
Manajemen IBST melanjutkyan, akuisisi mayoritas saham IBST dilakukan secara tender maupun lelang oleh pemegang sahamnya. Saat lelang, TOWR melalui anak usahanya PT Prefesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) ditunjuk sebagai pemenang.
Grafik Saham TOWR dan IBST

