Terlalu Murah! Target Harga Saham Astra (ASII) Direvisi Naik
JAKARTA, investortrust.id – Target harga saham PT Astra International Tbk (ASII) mendadak direvisi naik dengan pertimbangan harga saham saat ini sudah terdiskon besar. Padahal, segmen bisnis keuangan perseroan masih hasilkan pertumbuhan pesat.
Kondisi ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga saham ASII dari Rp 5.300 menjadi Rp 5.700 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Dengan saham tersebut terbuka potensi cuan lebih dari 12%, dibandingkan dengan harga penutupan ASII kemarin.
Baca Juga
Pacu Kinerja, Astra (ASII) Fokuskan Investasi 7 Lini Bisnis Ini
Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham ASII telah melesat lebih dari 11,97% dalam sebulan terakhir. Saham ASII telah melesat dari level penutupan 22 Juli senilai Rp 4.520 menjadi Rp 5.050 hingga perdagangan intraday Rabu (22/8/2024). Asing juga gencar memborong saham ASII dalam sebulan terakhir telah mencapai Rp 890,91 miliar dan menjadikannya masuk dalam daftar top 5 saham yang diborong pemodal asing dalam sebulan terakhir.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Christian Sitorus dan Richard Jerry mengatakan, valuasi saham ASII saat ini sudah terdiskon terlalu tinggi dipengaruhi ketidakpastian bisnis sektor otomotif. Meski demikian ROE perseroan diprediksi berkisar 13-14% tahun 2025-2027 atau sama dengan tahun 2016 saat saham ASII ditrnaksasikan dengan PBV sekitar 2,8 kali.
Estimasi Kinerja Keuangan ASII
“Kami memperkirakan bahwa harga saham ASII saat ini sudah terlalu rendah sekitar 13% dari perkiraan kami dan terlalu rendah 26% dari perkiraan optimistis. Pasar dinilai telah mendiskon terlalu dalam saham ini,” tulis riset tersebut.
Berdasarkan data saat ini harga saham anak usahanya AUTO ditransaksikan dengan PER 5 kali, bandingkan dengan perusahaan sejenis di Jepang dan Korea mencapai 8,3 kali. Begitu juga dengan segmen usaha keuangan perseroan ditransaksikan dengan PBV 1,8 kali dengan ROE 17%. Angka tersebut lebih rendah sebanyak 33% dibandingkan dengan FIF Finance yangn dikendalikan MUFG. Bandingkand engan harga akuisisi saham Mandala Multifinance dengan PBV sekitar 2,2 kali, padahal ROE hanya 12%.
Baca Juga
Astra International (ASII) Serap Capex Rp 12,3 Triliun, Terbesar untuk Bisnis Ini
BRI Danareksa Skeuritas menambahkan, harga saham ASII saat ini juga belum mencerminakn penguatan kinerja keuangan segmen infrastruktur dan logistic yang tengah menunjukkan pertumbuhan pesat. Begitu juga dengan penjualan alat berat diharapkan bisa tingkatkan kontribusi terhadap total laba bersih perseroan tahun ini.
BRI Danareksa Sekuritas menargetkan laba bersih perseroan mencapai Rp 30,26 triliun tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 33,38 tirliun. Sedangkan pendapatan diharapkan turun dari Rp 316,56 triliun menjadi Rp 307,84 triliun.
Grafik Saham ASII

