Ditopang Sentimen Pemangkasan The Fed dan Transisi Pemerintah Berjalan Mulus, IHSG ATH!
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencetak level tertinggi baru sepanjang masa atau all time high (ATH), Selasa (20/8/2024), setelah sesi I ditutup naik 50,19 poin (0,67%) menjadi 7.517. Sedangkan target IHSG sampai akhir tahun diprediksi tembus level 7.680.
Penopang utama penguatan indeks sesi I berasal dari saham sektor konsumer primer 1,38%, sektor keuangan 1,08%, sektor infrastruktur 0,74%, sektor teknologi 0,63%, sektor konsumer non primer 0,71%, dan sektor industri 0,41%. Sebaliknya saham sektor material dasar turun tipis 0,09%.
Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian mengatakan, lompatan IHSG level ATH baru didukung mulai kondusifnya sentimen pasar, baik dari pasar global maupun domestik. Sedangkan sentiment utama adalah rencana penurunan suku bunga The Fed yang mendorong aliran dana investor asing ke dalam negeri.
Baca Juga
Margin Keuntungan Tumbuh Lebih Pesat, Target Saham Kalbe Farma (KLBF) Dinaikkan
Dari sisi global, dia mengatakan, ada kejelasan pemangkasan suku bunga The Fed mulai September yang berimbas terhadap aliran deras dana asing ke pasar saham domestik. Sementara itu dari sisi domestik, proyeksi perlambatan ekonomi domestik tak seburuk perkiraan sebelumnya setelah rilis data pertumbuhan ekonomi yang di atas konsensus pada kuartal II.
Di tengah tren penguatan IHSG ke level tertinggi baru, Fajar mengatakan, semua sektor saham masih layak untuk dipantau. “Hanya saja perlu lihat kembali valuasinya, sektor yang murah ada di properti, apalagi dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga yang semakin dekat berpotensi mengerek saham-saham properti, ditambah rupiah yang kini sudah cukup kuat menembus level Rp 15.500, sehingga ruang bagi Bank Indonesia untuk memangkas suku bunga sangat terbuka lebar,” ujar Fajar saat dihubungi investortrust.id, Senin (20/8/2024).
Lebih lanjut, Infovesta melihat indeks akan ditutup di 7.575, dimana masih ada volatilitas menjelang akhir tahun, seperti tensi pemilu di AS yang berpotensi kembali memanas, serta tensi geopolitik yang masih tinggi di Timur Tengah, serta potensi eskalasi di Ukraina, dan wilayah lainnya.
Pandangan hampir senada diungkapkan Deputi Presiden Direktur Samuel Sekuritas Suria Dharma. Menurut dia, penguatan IHSG ke level tertinggi baru dipengaruhi oleh kemungkinan the Fed yang akan mulai memangkas suku bunga di bulan September.
Baca Juga
BEI: 28 Perusahaan Antre IPO Saham, 4 Perusahaan Berskala Jumbo
“Biasanya kalau sudah cut rate akan terus cut sampai tahun depan beberapa kali. USD Index sudah turun ke bawah 102, kalau Fed rate turun drastis, mestinya USD akan melemah,” ujar Suria Dharma kepada investortrust.id, Senin (20/8/2024).
Menurutnya, hal tersebut memberikan sentimen positif ke market, sehingga dana asing masuk sekitar Rp 7.7 triliun dalam sebulan terakhir. Sementara itu, Samuel Sekuritas memaparkan bahwa IHSG diproyeksi ada di level target 7.400 dan bull target 7.600.
Target 7.680
Sementara itu, analis BRI Danareksa Sekuritas Wilastita Muthia Sofi dan Erindra Krisnawan mengatakan, IHSG BEI optimistis menuju level 7.680 sampai akhir tahun. Target tersebut mempertimbangkan transisi pemerintahan berjalan mulus atau smooth.
“Kami menilai transisi pemerintah berjalan dengan baik yang ditunjukkan rancangan APBN tahun 2025 yang memasukkan anggaran makan bergizi gratis dan memberikan ruang bagi pemerintahan baru untuk mengalokasikan belanja lebih lanjut,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Baca Juga
Didukung Pemulihan Pasar dan Produk Baru, Prospek dan Target Saham Avia Avian (AVIA) Dinaikkan
Di tengah transisi pemerintah baru yang berjalan mulus, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, saham sektor telekomunikasi dan batu bara. Saham TLKM direkomendasikan beli dengan target harga Rp 4.250 dan saham ISAT direkomndasikan beli dengan target harga Rp 13.300.
Begitu juga dengan saham emiten batu bara masih menarik, menurut BRI Danareksa Sekuritas, seiring dengan peluang pemangkasan royalty akibat penurunan harga jual batu bara. Hal ini tercermin dari penurunan target pendapatan pemerintah dari batu bara dan sumber daya alam tahun 2025. Saham ADRO tercatat sebagai saham pilihan teratas.
“Secara keseluruhan, kami menargetkan IHSG bisa mencapai level 7.680 sampai akhir tahun. Target tersebut mempertimbangkan transisi pemerintah berjalan mulus,” tulis riset tersebut.
Grafik IHSG

