Margin Keuntungan Tumbuh Lebih Pesat, Target Saham Kalbe Farma (KLBF) Dinaikkan
JAKARTA, investortrust.id – Target harga saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) direvisi naik dari Rp 1.600 menjadi Rp 1.800. Revisi tersebut mempertimbangkan peluang kenaikan margin keuntungan pada paruh kedua tahun ini sejalan dengan penurunan harga bahan baku.
Seiring dengan potensi peningkatan margin keuntungan, laba bersih perseroan direvisi naik dari semula Rp 2,85 triliun menjadi Rp 3,26 triliun. Proyeksi pendapatan juga direvisi naik tipis dari Rp 32,42 triliun menjadi Rp 32,93 triliun. Perkiraan margin keuntungan direvisi naik dari semula 8,8% menjadi 9,9%.
Baca Juga
Kalbe Farma (KLBF) Targetkan Fasilitas Produksi Radiofarmaka di Surabaya Beroperasi 2025
Analis BRI Danareksa Sekuritas Sabela Nur Amalina dan Natalia Sutanto menyebutkan, potensi pertumbuhan margin keuntungan perseroan terlihat dari berlanjutnya kenaikan pendapatan semester I-2024, efisiensi operasional, dan normalisasi inventori.
Estimasi Kinerja Keuangan KLBF
Sedangkan dari sisi penjualan, dia mengatakan, perseroan menunjukkan lompatan pendapatan penjualan obat generik sebanyak 21% dan obat segmen lisensi sebanyak 16%. Kenaikan tersebut menahan laju penurunan penjualan obat bermerek sebanyak 3%.
Selain itu, dia mengatakan, Kalbe Farma (KLBF) diproyeksikan mampu untuk mencatatkan pertumbuhan pendapatan dari produk spesialis, seperti onkologi dan biosimilar. Bahkan, produk ini diharapkan menjadi penopang pertumbuhan dalam ajngka panjang.
Baca Juga
Kalbe Farma (KLBF) dan Livzon Bentuk Usaha Patungan Rp 650 Miliar
Peningkatan margin keuntungan, terang dia, juga didukung upaya perseroan untuk terus memangkas belanja operasional. Pemangkasan tersebut berdampak signifikan terhadap pertumbuhan laba bersih perseroan ke depan.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham KLBF dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 1.800. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PE tahun 2025 sekitar 24 kali.
Grafik Saham KLBF

