Kadin Optimistis Transisi Pemerintahan Bakal Berjalan Mulus, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya N. Bakrie optimistis transisi pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin ke pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka berjalan dengan baik dan mulus.
Menurut Anindya, pemerintahan Prabowo-Gibran adalah kelanjutan dari pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Diharapkan pemerintahan Prabowo-Gibran tidak hanya melanjutkan keberhasilan dari pemerintahan sebelumnya, akan tetapi juga menciptakan sesuatu yang jauh lebih besar.
Baca Juga
"Ini adalah sesuatu yang optimistis, kita sudah mendapatkan banyak sekali hasil yang baik dari zaman Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf Amin. Sekarang di zaman Pak Prabowo dan Mas Gibran kita yakin bisa membuat sesuatu yang lebih besar lagi di atas fondasi yang sudah baik," katanya ketika ditemui di sela-sela Investortrust CEO Forum di Ayana MidPlaza Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (29/8/2024).
Lebih lanjut, Anindya mengatakan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 yang sudah dibahas oleh pemerintahan Jokowi dan DPR memberikan sedikit gambaran bagaimana jalannya transisi pemerintahan. Pemerintahan Prabowo-Gibran dibekali anggaran yang memadai untuk melanjutkan program kerja dari pemerintahan sebelumnya dan menjalankan program kerja barunya.
"Kita lihat ada pembangunan infrastruktur (anggarannya) kalau tidak salah sebesar Rp 400 triliun. Lalu ada untuk program makan bergizi gratis Rp 71 triliun. Ini semua akan membawa kesempatan dunia usaha untuk berpartisipasi," ujarnya.
Kemudian, menurut Anindya, penyusunan RAPBN 2025 yang didasarkan pada asumsi pertumbuhan ekonomi diperkirakan sebesar 5,2% dan tingkat inflasi di kisaran 2,5% juga sudah tepat. Tentunya, hal tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan produk-produk yang bernilai tambah tinggi yang berorientasi ekspor, yang didukung oleh insentif fiskal yang kompetitif.
Sebagai catatan, selain pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi, RAPBN 2025 disusun dengan perkiraan nilai tukar rupiah sekitar Rp 16.100 per US$, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun berada di 7,1%. Kemudian harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) diperkirakan berada pada US$ 82 per barel, lifting minyak 600 ribu barel per hari dan gas bumi mencapai 1,005 juta barel setara minyak per hari.
RAPBN 2024 Mendukung Keberlanjutan
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan postur dan RAPBN 2025, dirancang sebagai APBN transisi untuk mempersiapkan pemerintahan presiden terpilih mulai Oktober 2024. RAPBN 2025 disusun dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian global yang masih sangat dinamis dengan risiko dan ketidakpastian yang perlu terus diantisipasi.
Baca Juga
Mau Jadi Negara Maju? RI Wajib Ciptakan 3-4 Juta Lapangan Kerja per Tahun
Sri Mulyani mengatakan, hingga saat ini pertumbuhan ekonomi global diperkirakan masih stagnan. Adapun, faktor risiko dan ketidakpastian bersumber dari tingkat bunga yang masih tinggi, eskalasi konflik geopolitik, peningkatan tensi perang dagang, serta risiko-risiko yang berdampak struktural, seperti perubahan iklim, digitalisasi serta masalah demografi.
Untuk itu, kebijakan fiskal 2025 perlu dijaga agar tetap sehat dan dapat terus menjadi instrumen yang mendukung keberlanjutan, penguatan dan akselerasi melalui berbagai program prioritas yang dapat diakomodasi dan diimplementasikan secara efektif.
“Tahun 2045 dengan aspirasi untuk mencapai high income country, jumlah penduduk kita dengan demography growth yang sekarang ini diperkirakan mencapai 324 juta, 65% usia produktif dan 70% adalah kelas menengah. Itu akan menjadi desis ekonomi kelima terbesar di dunia dan menimbulkan motor penggerak ekonomi dunia," ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers RAPBN 2025, Jumat (16/8/2024), di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu), Jakarta Selatan.

