Direksi BTN dan Pengurus PP Muhammadiyah Bertemu, Ada Agenda Apa?
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Nixon LP Napitupulu baru sajak menuntaskan pertemuan di Yogyakarta, pada Jumat 2 Agustus 2024. Kerja sama ini disebut bertujuan untuk perluasan kerja sama guna meningkatkan taraf hidup.
Dalam siaran persnya, Haedar maupun Nixon mengakui bahwa pertemuan tersebut dalam rangka memperluas kerjasama untuk bisa meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Sedangkan bagi BTN, pertemuan ini diharapkan memperkuat kerja sama BTN Syariah dengan PP Muhammadiyah.
Sebagaimana diketahui, PP Muhammadiyah gencar melakukan pertemuan dengan sejumlah pimpinanan perbankan di Tanah Air usai mengumumkan penarikan sebagian besar dana dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS). PP Muhammadiyah juga aktif melakukan serangkaian kerjasama dengan bank lain, seperti BRI, NanoBank Syariah, BCA Syariah dan sebagainya. Begitu juga dengan bank daerah, seperti Bank Aceh.
Baca Juga
Kinerja Unit Usaha Syariah dan Agenda Spin Off Lambungkan Prospek Saham BBTN
Melalui silaturahmi PP Muhammadiyah dengan BTN Syariah ini, Haedar berharap, berdampak pada peningkatan taraf hidup rakyat banyak. “Hakikat dan keberadaan perbankan mesti dilakukan rekonstruksi sebenarnya, sehingga dalam menyalurkannya dapat meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Muhammadiyah mendorong perbankan untuk memberlakukan sistem good government dan meritokrasi dalam pelaksanaan birokrasi tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, Nixon mengaku bahwa penguatan sinergi antara BTN Syariah dengan PP Muhammadiyah mencakup beberapa area kerjasama yang saat ini sedang dijajaki bersama, tidak hanya di sektor pembiayaan perumahan, tapi sektor bisnis dan ekonomi, khususnya yang menunjang dan mendukung visi misi PP Muhammadiyah.
“Kami sangat berterimakasih kepada PP Muhammadiyah atas kepercayaannya terhadap BTN Syariah dan kami sangat terbuka dan berharap untuk kerjasama yang lebih luas lagi karena kami sangat mendukung program kerja PP Muhammadiyah ke depan,” tegas Nixon.
Baca Juga
Kredit Bank BTN (BBTN) Rp 352 Triliun, Laba Bersih Tembus Rp 1,50 Triliun Semester I-2024
Nixon berharap bahwa pertemuan ini membuahkan kerjasama lebih luas lagi dengan PP Muhammadiyah dan pertemuan ini bisa ditafsirkan banyak hal. Apalagi, PP Muhammadiyah sedang memiliki rencana untuk memiliki bank syariah sendiri. Sedangkan BTN juga memiliki rencana untuk melakukan spin off Unit Usaha Syariah (UUS) dari induknya.
Seperti diketahui, Muhammadiyah dikabarkan ingin mengakuisisi PT KB Bukopin Syariah (KBBS) sebagai buntut ditariknya seluruh dana yang dimiliki Muhammadiyah dari BSI. Namun ternyata, bukan hanya KBBS saja yang menjadi incaran Muhammadiyah tetapi ada beberapa bank lainnya.
Baca Juga
CASA Naik 5,2%, Begini Strategi BBTN Kerek Dana Murah Lebih Besar
Dengan kabar keinginan Muhammadiyah memiliki bank syariah sendiri, sehingga tidak heran jika ada beberapa pihak yang mengkaitkan pertemuan Ketua Umum PP Muhammadiyah dengan Direktur Utama BTN di Yogyakarta, dengan agenda untuk membahas kemungkinan Muhammadiyah menjadi pemegang saham BTN Syariah.
Jika agenda ini benar dibicarakan, maka bisa dibilang BTN melakukan gerak cepat (gercep) dalam meminang Muhammadiyah untuk bisa mendirikan bank syariah sendiri.
Grafik Saham BBTN

