IHSG Akhirnya Anjlok 3,40%, Tiga Sektor Saham Ini Jatuh lebih dari 4%
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (5/8/2024), ditutup anjlok sebanyak 248,47 (3,40%) menjadi 7.059,65. Penurunan ini mengikuti kejatuhan bursa saham dunia dan diperparah dengan pelemahan seluruh sektor saham.
Meski anjlok, penurunan tersebut jauh lebih rendah dibandingkan pergerakan intraday sesi II sempat ambrol lebih dari 305 poin mencapai 4,15% hingga mencapai 6.998,81. Penurunan tersebut sejalan dengan kejatuhan sejumlah bursa saham Asia lainnya.
Baca Juga
Pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga Melambat ke 4,93% Kuartal II
Berdasarkan data BEI, sektor saham dengan penurunan paling dalam melanda saham sektor energi 4,94%, sektor material dasar 4,69%, sektor transportasi 4,23%, sektor infrastruktur 3,15%, dan sektor properti 3,15%.
Penurunan dahsyat lainnya melanda saham sektor keuangan 2,69%, sektor teknologi 2,92%, sektor industri 3,73%, sedangkan penurunan paling kecil melanda saham sektor kesehatan 0,72%.
Kejatuhan indeks tersebut mengikuti pelemahan dalam sejumlah bursa saham Asia, seperti indeks Nikkei anjlok lebih dar 12%, indeks Kospi 8,77%, Strait Times turun 4,84%, indeks Taiwan melemah 8,35%, dan indeks Malaysia terjerembab 3,48%.
Baca Juga
OJK: Sektor Jasa Keuangan Terjaga Stabil di Tengah Ketidakpastian Global
Penurunan bursa saham Asia dipicu kekhawatiran ekonomi Amerika Serikat (AS) bakal lebih buruk, dibandingkan perkiraan semula.
Pelemahan indeks tersebut berbanding terbalik dengan pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal-II 2024 tetap tumbuh mencapai 5,05% secara tahunan. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan-II 2024, bila dibandingkan triwulan-II 2023 atau secara year on year (yoy) tumbuh sebesar 5,05%.
Grafik IHSG

