Baru Dua Pekan, Pengendali Baru Cuan 340% dari Saham Mitra Tirta (SOUL)
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham saham PT Mitra Tirta Buawana Tbk (SOUL) telah melesat sebanyak 175% terhitung sejak PT Makna Prakarsa Utama (MPU) menuntaskan akuisisi sebanyak 73,21% saham SOUL pada 1 November 2024 hingga perdagangan intraday Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/11/2024).
MPU sebelumnya menuntaskan pembelian sebanyak 792,48 juta saham SOUL atau setara dengan 73,21% dari berbagai pihak. Sebanyak 244,05 juta atau 22,57% saham SOUL dibeli dari Ardianto Wibowo, sebanyak 243,75 juta atau 22,52% dari Putri Hertriastuti, sebanyak 81,25 juta saham dari Iriyanto, sebanyak 81,25 juta atau 7,51% saham dari Sri Lestari.MPU juga membeli sebanyak 71,09 juta atau 6,57% saham SOUL dari Djoko Sriyoni dan sebanyak 71,09 juta atau 6,57% saham SOUL dari Nindya Ayu Oktavia.
Baca Juga
Makna Parkarsa Akuisisi 73,21% Saham Mitra Tirta (SOUL), Pengendali Berubah!
Berdasarkan data BEI, MPU membeli saham SOUL dari enam pihak tersebut dengan harga pelaksanaan Rp 15 per saham, sehingga nilainya Rp 11,88 miliar. Dengan harga penutupan saham SOUL level Rp 66 per saham, MPU telah meraup cuan senilai Rp 51 per saham atau 340% dengan keuntungan bersih Rp 40,41 miliar.
MPU merupakan perusahaan yang bergerak di bidang properti dengan pengendali utama PT Megaprima Pertiwi dengan kepemilikan 99,99% saham. Sedangkan pemilik manfaat terakhir MPU adalah Yulius Tigor Saragih.
Dalam penjelasan resminya disebutkan bahwa kemungkinan dilakukan penyesuaian kegiatan usaha SOUL setelah terjadi perubahan pengendali. Penyesuaian tersebut seiring dengan perkembangan dan rencana bisnis ke depan.
Baca Juga
Survei MV Capital: Pasar Kripto akan Capai Puncaknya di Paruh Kedua 2025
Sedangkan berdasarkan data rilis kinerja keuangan SOUL beberapa waktu lalu terungkap pendapatan usaha perseroan turun tipis dari Rp 2,38 miliar menjadi Rp 1,99 miliar hingga semester I-2024. Penurunan tersebut berimbas terhadap koreksi laba kotor perseroan dari Rp 1,13 miliar menjadi Rp 842,68 juta.
Perseroan juga masih mempertahankan rugi usaha dari Rp 771,08 juta menjadi Rp 978,90 juta. Begitu juga dengan rugi tahun berjalan justru naik dari Rp 758,12 juta menjadi Rp 1,08 miliar.
Grafik Saham SOUL

