Pemerintah Bidik Rp 340 T Masuk ke APBN dari Bea Masuk Hingga Pajak Ekspor
Poin Penting
|
Disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR, Jakarta, Kamis (3/7/2025), dengan proyeksi ini, pendapatan negara di akhir tahun diprediksi bisa mencapai Rp 2.865,5 triliun atau 95,4% dari target APBN 2025. Kontribusi utamanya didapat dari penerimaan perpajakan dan PNBP.
Dalam kesimpulan laporan semester I-2025 dan prognosis semester II-2025, outlook penerimaan perpajakan diperkirakan 95,8% terhadap APBN 2025 yang dipengaruhi oleh proyeksi ekonomi nasional, fluktuasi harga komoditas utama, implementasi reformasi perpajakan, kebijakan perbaikan administratif, serta upaya pengawasan terhadap kepatuhan pajak.
Baca Juga
Pemerintah Optimistis, Pendapatan Negara Dekati Target APBN 2025
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambahkan dalam kesimpulan tersebut penerimaan perpajakan yang terkoreksi terjadi karena batalnya penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
“Prognosis pendapatan negara utk outlook penerimaan perpajakan itu mohon ditambahkan ‘selain diproyeksi perekonomian nasional, juga penerapan PPN 12% secara terbatas pada barang mewah’ karena mempengaruhi sekali,” kata Sri Mulyani saat itu.
Sementara itu, outlook Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) diperkirakan sebesar 92,9% dari APBN 2025. Angka target PNBP ini tidak dapat sempurna karena fluktuasi ICP dan lifting migas. Selain itu, pemerintah juga menyebut pengaruh moderasi harga mineral dan batu bara yang terjadi sebagai penyebabnya.

