Pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga Melambat ke 4,93% Kuartal II
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal-II 2024 melambat ke 4,93% secara tahunan. Sebagai penyumbang utama produk domestik bruto (PDB), distribusi konsumsi rumah tangga tercatat sebesar 54,53%.
"Pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal II-2023 sebesar 5,22% secara tahunan. Angka ini juga lebih rendah jika dibandingkan kuartal II-2022 yang tercatat sebesar 5,52% secara tahunan," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud di kantornya, Jakarta, Senin (5/8/2024).
Baca Juga
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Maluku dan Papua Capai 8,45% Kuartal II
Edy Mahmud mencontohkan, komoditas seperti pakaian dan transportasi mengalami pertumbuhan, meski tidak setinggi pertumbuhan tahun lalu..
Perbedaan Base Pembanding
Edy mengatakan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga kuartal II-2023 lebih tinggi karena perbedaan base pembanding dari tahun sebelumnya. “Konsumsi kuartal II-2023 pembandingnya adalah kuartal II-2022, yang mungkin kondisinya berbeda. Sedangkan kuartal II-2024 kita bandingkan dengan kuartal II-2023, itu kondisi hampir serupa karena dalam posisi normal dari pandemi,” ucap dia.
Menurut BPS, konsumsi rumah tangga pada kuartal II-2024 didorong oleh perayaan hari besar keagamaan seperti Idulfitri, Waisak, Kenaikan Isa Al Masih, dan Iduladha. Selain itu, kata Edy, terdapat peningkatan mobilitas masyarakat selama periode libur hari besar keagamaan dan sekolah.
“Dua subkomponen konsumsi rumah tangga yang tumbuh tinggi yaitu transportasi dan komunikasi. Selain itu, restoran dan hotel,” kata dia.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2024 ditopang oleh kegiatan ekonomi domestik. Edy mengatakan, sisi ekspor yang cukup tinggi turut terkena imbas dari impor yang juga tinggi.
“Ekspor tumbuh 8,28% secara tahunan, tapi impor juga tumbuh 8,57% secara tahunan. Nett-nya barangkali tumbuh nggak terlalu signifikan di pasar global,” ujar dia.

