OJK: Tak Ada Ruang bagi Manipulasi Pasar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya memperkuat integritas pasar modal melalui reformasi tata kelola, peningkatan transparansi, dan penegakan hukum secara berkelanjutan. Pertumbuhan partisipasi masyarakat merupakan kepercayaan yang harus dijaga dengan memastikan pasar berjalan secara adil dan memberikan perlindungan kepada investor.
Pesan tersebut disampaikan Deputi Komisioner Perizinan dan Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal Dan Lembaga Efek OJK Eddy Manindo Harahap pada pembukaan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Mengusung tema “Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperluas edukasi sekaligus memperkuat komitmen bersama membangun pasar modal yang kredibel dan inklusif.
OJK menekankan bahwa tindakan terhadap pelanggaran merupakan bagian penting dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat. Penegakan hukum harus memberikan pesan yang jelas bahwa praktik manipulatif tidak memiliki tempat di pasar modal Indonesia. “Tidak ada lagi ruang bagi praktik manipulatif di pasar modal Indonesia,” tegas perwakilan OJK dalam sambutannya.
Baca Juga
Menjawab Sorotan Transparansi, BEI Perkuat Pengawasan Real Time
Kehadiran regulator, menurut OJK, bertujuan menjaga integritas pasar sekaligus memastikan setiap investor memperoleh kesempatan yang adil. Karena itu, pengembangan industri harus berjalan beriringan dengan penguatan pengawasan dan perlindungan pemodal.
Sejak awal tahun, OJK bersama pemangku kepentingan menjalankan delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal. Agenda tersebut mencakup penguatan transparansi kepemilikan manfaat akhir atau ultimate beneficial owner (UBO), perbaikan tata kelola, serta penegakan hukum yang konsisten dan berkelanjutan.
Reformasi itu diarahkan untuk membangun fondasi pasar yang lebih kuat. Peningkatan jumlah investor perlu disertai kualitas penyelenggaraan pasar yang mampu menjaga kepercayaan dalam jangka panjang.
OJK mengakui pasar modal menghadapi tantangan berupa volatilitas, dinamika ekonomi global, eskalasi geopolitik, serta perhatian dari penyedia indeks global. Berbagai faktor tersebut turut memengaruhi kondisi pasar saham Indonesia.
Meski demikian, partisipasi masyarakat dalam pasar modal terus bertumbuh. OJK menyoroti pertambahan investor yang didominasi generasi muda serta penyebaran investor yang semakin luas ke berbagai wilayah.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa pasar modal semakin dikenal masyarakat di luar pusat-pusat ekonomi utama. Pasar modal juga tetap menjalankan fungsinya sebagai sumber pendanaan bagi dunia usaha dan pembangunan.
Baca Juga
Di Tengah Ancaman MSCI, BEI Pamer RNTH Tumbuh di Atas 10% dan Investor Melonjak
Bagi OJK, meluasnya partisipasi masyarakat merupakan amanah yang menuntut tanggung jawab seluruh pelaku industri. Kepercayaan itu perlu dipelihara melalui layanan yang baik, informasi yang dapat dipercaya, serta kepatuhan terhadap ketentuan.
Dalam kesempatan tersebut, OJK mengajak masyarakat memandang investasi sebagai perjalanan jangka panjang yang membutuhkan disiplin, kesabaran, dan konsistensi. Investasi diibaratkan sebagai lari maraton: keberhasilan ditentukan oleh kemampuan menjaga langkah hingga mencapai tujuan.
Perjalanan itu dapat dimulai melalui tindakan sederhana, seperti membuka rekening investasi, membeli saham pertama, atau menyisihkan sebagian penghasilan secara rutin untuk berinvestasi pada reksa dana. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi awal persiapan masa depan keuangan yang lebih baik.
Lima Pesan bagi Investor
Kepada investor dan calon investor, OJK menyampaikan lima pesan. Pertama, memulai investasi sesuai kemampuan dan melakukannya secara rutin. Besarnya dana awal bukan satu-satunya penentu; kedisiplinan juga menjadi unsur penting.
Kedua, menghadapi naik turunnya pasar dengan tenang. Investor perlu memahami bahwa koreksi merupakan bagian dari dinamika pasar dan setiap keputusan investasi mengandung risiko.
Ketiga, tetap berfokus pada tujuan investasi. Masyarakat diingatkan agar tidak mudah terpengaruh rumor maupun tergoda janji keuntungan yang tidak masuk akal.
Keempat, terus belajar mengikuti perkembangan industri dan teknologi. Kemajuan kecerdasan buatan atau artificial intelligence membuka banyak peluang, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk penipuan, termasuk melalui konten palsu berbasis deepfake.
Baca Juga
Harga Emas Dunia Melonjak, Saham MDKA, ARCI, dan AMMN Terbang hingga 14%
Kelima, menerapkan prinsip 2L, yakni legal dan logis. Masyarakat perlu memeriksa legalitas pihak yang menawarkan investasi serta menilai kewajaran imbal hasil yang dijanjikan.
OJK berharap rangkaian seminar, diskusi, dan pameran selama tiga hari penyelenggaraan CMSE 2026 dapat memperluas pemahaman masyarakat. Apresiasi juga diberikan kepada penggerak edukasi dan inklusi pasar modal di kampus serta berbagai daerah.
Melalui kegiatan tersebut, semakin banyak masyarakat diharapkan berani mengambil langkah awal investasi dengan pemahaman yang memadai. Bertambahnya investor perlu berjalan bersama peningkatan literasi agar partisipasi masyarakat menghasilkan manfaat yang berkelanjutan.
