Harga Emas Dunia Melonjak, Saham MDKA, ARCI, dan AMMN Terbang hingga 14%
JAKARTA, investortrust.id – Saham emiten emas berhasil torehkan lompatan harga pada perdagangan Kamis (5/11/2026) terdorong penguatan harga emas dunia. Kenaikan tersebut berimbas terhadap lompatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan data BEI hingga pukul 15.00 WIB, penguatan tertinggi dicatatkan saham MDKA sebanyak 14,13% menjadi Rp 2.100, saham ANTM berhasil torehkan penguatan sebanyak 5,77% menjadi Rp 2.750, saham AMMN melesat 8,28% menjadi Rp 3.660, dan EMAS naik 5,19% menjadi Rp 5.575.
Baca Juga
Investasi Hilirisasi Mineral Capai Rp 584 Triliun, Koalisi ResponsiBank Indonesia Soroti Hal Ini
Lomaptan juga melanda saham ARCI milik Rajawali Group sebanyak 11,49% menjadi Rp 970, BRMS menguat 5,84% menjadi Rp 326, saham PSAB naik 3,45% menjadi Rp 420, INDY naik 4,31% menjadi Rp 1.815, terakhir saham ritel emas HRTA naik 3,65% menjadi Rp 1.420.
Berdasarkan data Tradingvies, harga emas dunia melesat 1,61% kembali ke atas level US$ 4.125 per trounce oz hingga hari ini. Dengan demikian kenaikan harga emas telah mencapai 2,43% selama sepekan terakhir, namun year to date (ytd) masih tunjukkan penurunan 4,65%.
Baca Juga
Tumbuh 5,47%, Ini Penopang Ekonomi Indonesia pada Triwulan III 2026
Sejalan dengan penguatan harga emas tersebut, IHSG BEI berhasil torehkan kenaikan sebanyak 111 poin (2,26%) menjadi 5.030 hingga pukul 15.00 WIB. Kenaikan indeks juga ditopang penguatan saham big cap, seperti BBCA, BBRI, BMRI, BBNI, hingga TLKM.
Adapun sektor utama penopang indeks datang dari kenaikan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar 4,18%, sektor industry 1,50%, sektor konsumer non primer 1,94%, sektor keuangan 0,98%, sektor property 0,90%, dan sektor teknologi 0,59%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer primer dan infrastruktur.
