Alamtri (ADRO) Lanjutkan Buyback Saham Mulai 20 Oktober 2026, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) siap melaksanakan pembelian kembali saham (buyback) mulai hari ini atau 20 Oktober 2026. Aksi korporasi ini menjadi bentuk keyakinan perseroan terhadap fundamental ekonomi nasional dan prospek bisnis jangka panjang, sekaligus mendukung upaya menjaga stabilitas pasar modal Indonesia.
Manajemen ADRO menyampaikan bahwa pelaksanaan buyback mencerminkan keyakinan perseroan terhadap kondisi ekonomi nasional dan prospek bisnis ke depan. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari dukungan Alamtri terhadap upaya menjaga stabilitas pasar modal Indonesia.
“Langkah ini mencerminkan keyakinan perseroan terhadap fundamental ekonomi nasional dan prospek bisnis jangka panjang, sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya menjaga stabilitas pasar modal Indonesia,” tulis manajemen ADRO dalam keterangan yang diterima investortrust.id, Selasa (20/10/2026).
Baca Juga
Target Harga Saham Alamtri (ADRO) Direvisi Naik ke Rp 3.300, Potensi Cuan Bisa Segini
Program buyback saham ADRO telah memperoleh persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 17 April 2026. Periode pelaksanaannya berlangsung selama 12 bulan sejak 18 April 2026, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Manajemen Alamtri menyatakan perseroan memiliki kesiapan yang solid untuk merealisasikan pembelian kembali saham tersebut. Kondisi keuangan yang mendukung serta pengelolaan likuiditas secara hati-hati menjadi faktor yang memungkinkan buyback dilakukan tanpa mengganggu kebutuhan pendanaan perusahaan.
“Dengan didukung kondisi keuangan dan pengelolaan likuiditas yang prudent, perseroan meyakini langkah ini tidak akan mengganggu kondisi keuangan, kebutuhan investasi, maupun operasional perseroan termasuk rencana bisnis yang telah ditetapkan,” tulis manajemen.
Baca Juga
Boy Thohir Borong 2,8 Juta Saham ESSA, ADRO, dan AADI di Tengah Guncangan MSCI
Dengan demikian, perseroan menegaskan bahwa pelaksanaan buyback tetap mempertimbangkan kondisi keuangan, kebutuhan investasi, dan keberlangsungan operasional, termasuk rencana bisnis yang telah ditetapkan.
Di pasar saham, ADRO ditutup pada level Rp2.210 per saham pada perdagangan Senin (19/10/2026). Dalam sepekan terakhir, saham emiten tersebut terkoreksi 12,3%.
Meski mengalami tekanan dalam jangka pendek, pergerakan saham ADRO masih mencatatkan penguatan sebesar 22,1% sepanjang tahun berjalan (year to date/YtD).
