IHSG Ditutup Turun Tipis Terseret Saham Emiten Prajogo, Sebaliknya ARA Bertebaran Dipimpin JKON
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/8/2026), ditutup turun tipis 1,63 poin (0,03%) menjadi 6.2234. Penurunan dipicu kejatuhan saham emiten Prajogo Pangestu.
Berdasarkan data seluruh saham emiten Prajogo mengalami pelemahan sepanjang hari ini, seperti BREN, TPIA, BRPT, CUAN, hingga PTRO. Penurunan juga dipicu pelemahan saham big bank, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Secara sectoral, pelemahan indeks dipicu atas penurunan sejumlah sektor saham, seperti energi, industry, konsumer non primer, teknologi, keuangan, property, hingga infrastruktur.
Baca Juga
Laba Bersih Hartadinata (HRTA) Melesat 101% di Semester I-2026, Ditopang Penjualan Emas
Meski demikian sejumlah saham berikut masih berhasil catatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham JKON naik 34,85% menjadi Rp 89, MITI naik 34,57% menjadi Rp 218, dan TMPO naik 34,51% menjadi Rp 152.
ARA juga melanda saham KDTN naik 25% menjadi Rp 470, saham TRUK dengan kenaikan 25% menjadi Rp 540, JELI naik 24,60% menjadi Rp 785, BAJA naik 24,59% menjadi Rp 304.
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup melesat 49,77 poin (0,80%) menjadi 6.236,13 dengan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 250,53 miliar. Net sell terbanyak melanda saham MSIN senilai Rp 160,48 miliar, UNTR senilai Rp 106,42 miliar, dan BBCA senilai Rp 100,40 miliar.
Baca Juga
Lebih dari 718 Ribu Siswa Manfaatkan PIJAR, Telkom Perluas Transformasi Pendidikan Digital
Adapun kenaikan IHSG hari ini ditopang penguatan sejumlah sektor saham berikut, yaitu sektor material dasar 2,54%, kesehatan 2,23%, konsumer primer 1,95%, property 1,52%, industry 1,20%, energi 0,68%, dan infrastruktur Sebaliknya penurunan hanya melanda saham sektor konsumer non primer.
Sejalan dengan kenaikan tersebut, empat saham berikut torehkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham IATA naik 33,33% menjadi Rp 76, SGRO naik 24,85% menjadi Rp 4.070, TALF menguat 24,56% menjadi Rp 710, FPNI menguat 24,54% menjadi Rp 406. Kenaikan juga melanda saham OPMS dan MLPT lebih dari 20%.
