Pertumbuhan Laba dan Kredit Kuat, Saham BNI (BBNI) Dipertahankan Beli dengan Target Harga Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mempertahankan rekomendasi beli saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dengan target harga Rp 4.700 per saham, seiring pertumbuhan laba yang tetap solid dan ekspansi kredit yang kuat hingga Mei 2026.
Pada Mei 2026, BBNI membukukan laba bersih (bank only) sebesar Rp 1,8 triliun atau tumbuh 7% secara bulanan (month-on-month/mom) dan 11% secara tahunan (year-on-year/yoy). Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) meningkat 1% secara bulanan dan 19% secara tahunan menjadi Rp 3,7 triliun.
Baca Juga
OJK Sambut Putusan MSCI: Indonesia Tetap di Emerging Market, Reformasi Diakui Dunia
Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) relatif stabil di level 3,7%, pre-provision operating profit (PPOP) turun 3%, cost of credit (CoC) membaik menjadi 1,0%, pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) sebanyak 2% mom dan 25% yoy, sedangkan DPK meningkat 4% mom dan 33% yoy.
Secara kumulatif selama lima bulan pertama 2026, BBNI membukukan laba bersih Rp 9,1 triliun atau tumbuh 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut dinilai sejalan dengan ekspektasi BRI Danareksa Skeuritas.
Pertumbuhan laba ditopang kenaikan NII sebesar 15% yoy yang didorong pertumbuhan kredit 25% yoy, meskipun NIM mengalami kontraksi 17 basis poin menjadi 3,7%. PPOP tumbuh 12% yoy berkat kuatnya pertumbuhan NII dan kenaikan pendapatan operasional lainnya sebesar 10%. Namun, peningkatan biaya operasional sebesar 15% serta kenaikan beban pencadangan sebesar 31% yoy membatasi laju pertumbuhan laba.
Baca Juga
BNI Raih Predikat Best Companies to Work for in Asia untuk Ketiga Kalinya
Menurut BRIDS, kenaikan pencadangan tersebut mencerminkan sikap manajemen yang lebih berhati-hati di tengah ketidakpastian kondisi makroekonomi. “Kinerja BBNI pada Mei 2026 bersifat netral. Pertumbuhan kredit yang kuat, ekspansi pendapatan bunga bersih, serta penurunan biaya pencadangan bulanan masih menjadi faktor pendukung kinerja,” tulisnya.
Meski demikian, tekanan terhadap NIM akibat persaingan penghimpunan dana dan pergeseran komposisi simpanan ke deposito berjangka masih menjadi tantangan bagi bank pelat merah tersebut. Dengan tetap kuatnya pertumbuhan kredit dan laba, rekomendasi saham BBNI dipertahankan dengan target harga Rp 4.700 per saham.
