Laba Sesuai Ekspektasi, Saham BCA (BBCA) Layak Dipertahankan Beli dengan Target Harga Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tetap menarik, seiring perbaikan kinerja keuangan perseroan hingga Juli 2026. Saham bank dengan kapitalisasi pasar terbesar ini direkomendasikan beli dengan target harga Rp 8.700.
Analis MNC Sekuritas Victoria Venny mengatakan, target harga saham BBCA level Rp 8.700 ini merepresentasikan valuasi Price-to-Book Value (PBV) yang wajar sebesar 3,4 kali untuk estimasi tahun 2026 dan 3,0 kali untuk estimasi tahun 2027. ”Ekspektasi pertumbuhan pre-provision operating profit (PPOP), berlanjutnya efisiensi, serta bantalan modal yang solid dinilai akan terus mendukung ketahanan laba bank di tengah dinamika pasar,” tulis riset tersebut.
Baca Juga
BCA Tebar Dividen Interim Kuartal III 2026 Rp 3,07 Triliun, Cek Jadwalnya
Rekomendasi beli saham BBCA tersebut juga didukung sejumlah factor berikut, yaitu torehan laba bersih bank-only BCA senilai Rp 5,1 triliun pada Juli 2026 sudah sesuai ekspektasi. Angka ini mencerminkan pertumbuhan positif sebesar 5% secara tahunan (YoY) dan melesat 12% secara bulanan (MoM). Dengan pencapaian tersebut, total laba bersih kumulatif BBCA hingga Juli 2026 mencapai Rp 35,3 triliun (naik 2% YoY). “Angka tersebut telah memenuhi 58% hingga 59% dari target konsensus tahun penuh 2026, sehingga kinerjanya sangat sejalan dengan ekspektasi pasar,” tulisnya.
Faktor kedua, MNC Sekuritas menyebutkan, pemulihan margin BBCA. Setelah sempat turun ke level 5,2% pada Juni 2026, margin bunga bersih (NIM) BBCA rebound 30 basis poin (bps) secara bulanan menjadi 5,5% pada Juli 2026. Kenaikan NIM ini mengikuti tren peningkatan suku bunga acuan dan sinyal awal tekanan margin yang membebani bank mulai mencapai titik dasar (bottoming out).
Baca Juga
Didorong Tingginya Permintaan, Porsi Pembiayaan Kendaraan Listrik di BCA (BBCA) Naik Jadi 15%
Rekomendasi beli saham BBCA, sebut MNC Sekuritas, juga didukung pertumbuhan kredit sebesar 8% YoY, beban pencadangan BCA justru melandai menjadi Rp 266 miliar di bulan Juli 2026 (turun 37% MoM dan 18% YoY). Secara kumulatif hingga Juli 2026, CoC dipertahankan dengan sangat baik dan tetap berada di dalam panduan manajemen (guidance) sebesar 0,4-0,5% untuk tahun 2026. “Kualitas kredit yang mengalami perbaikan ini menjadi bantalan penting untuk menjaga daya tahan laba bersih untuk beberapa bulan ke depan,” terangnya.
Saham BBCA juga didukung dengan kualitas pendanaan, yaitu rasio dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) perseroan kembali meningkat dan menembus rekor 85,4% pada Juli 2026 atau lebih tinggi dari Juni 2026 mencapai 85,2%. Dominasi ini ditopang oleh pertumbuhan CASA sebesar 11% atau melampaui penurunan pada simpanan deposito berjangka yang terkontraksi sebesar -5%. Likuiditas juga tercatat sangat sehat dengan rasio Loans-to-CASA membaik ke kisaran angka 90% (low-90%) selama periode 7M26.

