Lewat 2 Strategi Ini, BNI (BBNI) Optimistis Bisa Capai Target Pertumbuhan Kredit 10% di 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI (BBNI) optimistis dapat mencapai target pertumbuhan kredit 8%-10% pada akhir 2026, meski menghadapi tekanan terhadap margin bunga bersih atau net interest margin (NIM).
Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengungkapkan, hingga Juni 2026, kredit BNI tumbuh 7,7% secara year to date (ytd). Capaian itu menunjukkan permintaan kredit masih cukup kuat, ditopang kondisi permodalan dan likuiditas yang memadai.
“Sementara, untuk target full year adalah di 8,8% sampai 10% secara year on year (yoy),” ujarnya, dalam Public Expose 2026 secara daring, Rabu (9/9/2026).
Baca Juga
Inovasi Digital Jadi Mesin Pertumbuhan BNI (BBNI), Transaksi Wondr Capai Rp 958 Triliun
Di lain sisi, BNI memperkirakan NIM pada 2026 berada di kisaran 3,3% hingga 3,5%. Tekanan terhadap NIM terutama berasal dari persaingan suku bunga kredit di industri serta meningkatnya biaya dana pihak ketiga (DPK).
Meski begitu, tekanan margin tersebut dinilai dapat dikompensasi oleh pertumbuhan kredit. Hussein menyebut, laba inti atau pre provision operating profit (PPOP) telah tumbuh 14,5% (yoy) pada semester I 2026.
Untuk menjaga kinerja pada semester II 2026, BNI menyiapkan dua strategi utama. Pertama, memperkuat pertumbuhan dana murah atau current account and saving account (CASA).
“Melalui optimalisasi platform digital, baik itu wondr maupun BNIdirect, untuk tetap menjaga cost of fund (biaya dana),” kata Paolo.
Baca Juga
BNI Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda lewat Lampung Financial Festival 2026
Strategi kedua, lanjut dia, menjalankan penyaluran kredit secara selektif sekaligus menjaga disiplin pricing. Kebijakan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kondisi likuiditas, sehingga pertumbuhan kredit tetap sehat tanpa mengorbankan margin.
“Dengan strategi ini kami optimis akan mencapai target pertumbuhan di kisaran 8% sampai 10% untuk loan, dengan net interest margin di kisaran 3,3% sampai 3,5%,” ucap Paolo.
