IHSG Diprediksi Bearish Awal Pekan Ini, Saham DAAZ dan PSAB Dipertahankan Beli
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/6/2026), diprediksi bergerak masih bearish dengan volatilitas tinggi kisaran 5.555-5.700. Saham DAAZ dan PSAB direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan secara teknikal, IHSG berada dalam tren bearish dengan potensi volatilitas yang tinggi. Area 5.555–5.480 menjadi support krusial dan 5.700–5.800 menjadi resistance terdekat. Pelaku pasar akan mencermati rilis data cadangan devisa dan pergerakan rupiah sebagai katalis utama arah pasar selanjutnya.
Baca Juga
OJK Respons Positif Usulan Industri Soal Pembentukan Pusat Data Asuransi Kesehatan Terintegrasi
Laju indeks juga akan dipengaruhi penurunan tajam pasar saham Wall Street akhir pekan lalu. Dow Jones melemah 1,35%, S&P500 turun 2,64%, dan Nasdaq anjlok sampai 4,18%. Penurunan juga melanda pasar saham Eropa.
Di tengah peluang pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham DAAZ dengan target harga Rp 1.920-2.060 dan PSAB dengan target harga Rp 550-580. Sebaliknya ASSA dan WIFI direkomendasikan jual.
Sepanjang pekan lalu, IHSG ditutup anjlok 532,61 poin (8,69%) menjadi 5.594. Penurunan tersebut menjadikan kinerja IHSG BEI yang terburuk di dunia pekan ini. Penurunan tersebut juga membuat nilai kapitalisasi pasar (market cap) IHSG BEI menguap Rp 922 triliun menjadi Rp 9.807 triliun.
Baca Juga
Kejatuhan indeks ini juga dipicu atas pelemahan dahsyat saham big cap, khususnya sektor perbankan. Di antaranya, saham BBCA anjlok 10,96%, BBRI melemah 7,12%, TLKM melorot 8,91%, BRPT turun 23,71%, dan MORA anjlok 17,39%.
Penurunan tajam IHSG pekan sebelumnya juga dipengaruhi kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor industry anjlok 13,32%, sektor energi melemah 10,32%, sektor material dasar turun 10,85%, sektor property 11,33%, sektor infrastruktur 11,62%, dan sektor keuangan 6,74%.
Selain turun tajam, pemodal asing ikut menekan IHSG BEI pekan ini setelah merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 7,38 triliun atau turun dari pekan sebelumnya mencapai Rp 12,34 triliun.

