Rupiah Melemah ke Rp17.067 Pagi Ini, Tertekan Dolar AS
JAKARTA, investortrust.id – Rupiah kembali melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis pagi (9/4/2026). Hingga pukul 09.27 WIB, rupiah tercatat turun 0,32% ke posisi Rp17.067.
Pelemahan juga terjadi pada sejumlah mata uang mitra dagang Indonesia di Asia. Yen Jepang melemah 0,14%, yuan China turun 0,02%, dan dolar Hong Kong melemah 0,01%.
Selain itu, ringgit Malaysia tercatat melemah 0,11%, peso Filipina turun 0,40%, serta dolar Singapura dan baht Thailand masing-masing melemah 0,06% dan 0,04%.
Baca Juga
IHSG Dibuka Anjlok 0,56% Dilanda Profit Taking, Sebaliknya Saham TRUK Cetak ARA
Sementara itu, rupee India menjadi salah satu mata uang di kawasan yang menguat terhadap dolar AS dengan kenaikan 0,44%.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah diperkirakan akan bergerak konsolidatif dengan potensi pelemahan terbatas. Tekanan berasal dari rebound dolar AS, meski masih ditopang sentimen risk on di pasar.
Pasar mulai meragukan keberlanjutan gencatan senjata setelah muncul tuduhan Iran bahwa Amerika Serikat melanggar kesepakatan, dengan menyinggung serangan Israel terhadap Lebanon.
Baca Juga
Saham VKTR Naik 20% Jelang Peresmian Pabrik EV oleh Prabowo Hari Ini, Berlanjut?
Kondisi ini membuat rupiah gagal melanjutkan tren penguatan. Sehari sebelumnya, saat gencatan senjata diumumkan, hampir seluruh mata uang global menguat terhadap dolar AS, termasuk rupiah.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat terapresiasi 0,72% ke level Rp16.981 per dolar AS pada Rabu (8/4/2026) pukul 09.00 WIB, seiring penguatan mayoritas mata uang di kawasan Asia.

