IHSG Dibuka Anjlok 0,56% Dilanda Profit Taking, Sebaliknya Saham TRUK Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/4/2026), dibuka melemah 40,75 poin (0,56%) menjadi 7.238. Penurunan akibat profit taking sejalan dengan mayoritas pasar saham Asia.
Penurunan dipicu atas pelemahan mayorita sektor saham, seperit sektor material dasar, industry, energi, infrastruktur, keuangan, consumer primer, hingga teknologi. Sebaliknya kenaikan tipis landa consumer non primer, property, dan transportasi.
Baca Juga
Reliance Sekuritas Rekomendasi Beli 4 Saham Hari Ini, Ada BBRI hingga BNBR
Meski IHSG dibuka melemah, saham TRUK justru melambung naik 24,66% menjadi Rp 364, ROCK menguat 16,94% menjadi Rp 2.900, dan IFSH menguat 13,54% menjadi Rp 3.690.
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 308 poin (4,42%) menjadi 7.279 disertai dengan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 632,87 miliar oleh investor asing. Net buy terbanyak disumbangkan BBNI sebanyak Rp 142,80 miliar, AADI mencapai Rp 142,54 miliar, dan BRMS senilai Rp 96,09 miliar.
Kenaikan IHSG tersebut sejalan dengan penguatan signifikan seluruh indeks pasar saham Asia setelah gencatan senjata AS-Iran selama dua minggu disepakati. Gencatan senjata juga disertai dengan pembukaan selat Hormuz yang langsung direspons penurunan drastic harga minya dunia hari ini.
Baca Juga
Smelter Aluminium Jadi Game Changer, Kinerja Keuangan dan Saham Alamtri (ADRO) bakal Melesat?
Kenaikan pesat tersebut sejalan dengan lompatan harga seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar melambung 8,79%, sektor infrastruktur 6,27%, sektor industry 6,06%, sektor consumer primer 4,39%, sektor teknologi 4,19%, dan sektor keuangan 2,63%.
Lompatan indeks tersebut juga ditopang penguatan harga saham emiten big cap, seperti BBCA, BREN, BBRI, BYAN, AMMN, DSSA, TPIA, BMRI, hingga BRPT. Lompatan juga melanda saham ASII, BBNI, EMAS, dan sejumlah saham kapitalisasi pasar bernilai jumbo lainnya.

