Defisit APBN per Maret 2026 Tembus Rp 240,1 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan defisit APBN per 31 Marer 2026 saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (6/4/2026).
Hingga 31 Maret 2026, defisit APBN mencapai Rp 240,1 triliun atau setara dengan 0,93% dari PDB. Sementara, target defisit untuk tahun ini sebesar 2,68% dari PDB.
Baca Juga
Purbaya Pede Defisit APBN 2026 Terkendali di Level 2,9% Meski Harga Minyak Fluktuatif
Purbaya menjelaskan kondisi defisit ini memang sudah sesuai dengan desain APBN 2026. Pada kuartal I-2026, pemerintah sengaja mempercepat realisasi belanja agar dampak pengeluaran negara terhadap perekonomian dapat dirasakan.
"Defisit APBN sebesar Rp240,1 triliun atau 0,93% terhadap PDB. Jadi ketika ada defisit masyarakat bapak/ibu jangan kaget. Memang anggaran kita desain defisit," kata Purbaya.
Purbaya menjelaskan belanja pemerintah dipercepat agar lebih merata sepanjang tahun.
Dari sisi pendapatan negara, total pendapatan negara hingga akhir Maret 2026 tercatat sebesar Rp 574,9 triliun atau 18,2% dari target akhir tahun Rp 3.153,6 triliun. Selain itu, realisasi pendapatan negara per Maret 2026 lebih tinggi 10,5% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 520,4 triliun.
Purbaya memerinci realisasi pendapatan negara per Maret 2026 terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp 462,7 triliun atau 17,2% dari target APBN 2026 sebesar Rp 2.693,7 triliun.
Angka penerimaan perpajakan tersebut berasal dari penerimaan pajak sebesar Rp 394,8 triliun atau 16,7% dari target APBN 2026 sebesar Rp 2.357,7 triliun. Selain itu, penerimaan juga berasal kepabeanan dan cukai sebesar Rp 67,9 triliun atau setara 20,2% dari APBN 2026 Rp 336 triliun.
Sementara itu penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp 112,1 triliun atau 24,4% dari target APBN 2026 sebesar Rp 459,2 triliun. Di sisi lain, realisasi belanja negara per Maret 2026 telah mencapai Rp 815,0 triliun atau sekitar 21,2% dari total target APBN 2026 Rp 3.842,7 triliun.
Realisasi belanja negara per Maret 2026 lebih tinggi 31,4% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 620,3 triliun. Realisasi belanja negara per Maret 2026 terdiri dari belanja pemerintah pusat tercatat sebesar Rp 610,3 triliun atau setara 19,4% dari target.
Baca Juga
Realisasi belanja pemerintah pusat berasal dari belanja K/L sebesar Rp 281,2 triliun atau setara 18,6% dari target APBN Rp 1.510,5 triliun dan belanja non K/L capai Rp 329,1 triliun atau 20,1% dari target APBN sebesar Rp 1.639,2 triliun.
Sedangkan transfer ke daerah (TKD) mencapai Rp 204,8 triliun atau setara 29,5% dari target APBN 2026. Sementara itu, keseimbangan primer mencatarkan defisit sebesar Rp 95,8 triliun atau setara 106,8% dari target APBN 2026 sebesar Rp 89,7 triliun.
Adapun dari sisi pembiayaan anggaran, realisasinya mencapai Rp 257,4 triliun atau sekitar 37,3% dari target Rp 689,1 triliun.

