Rupiah Semakin Ambrol di Hadapan Dolar AS
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah bergerak terkoreksi ke bawah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (13/1/2026). Pada siang ini, rupiah telah menembus posisi Rp 16.870 per US$.
Posisi indeks dolar AS atau DXY menguat di posisi 98,98. Menjadi penanda menguatnya pengaruh green back terhadap sejumlah mata uang negara-negara di dunia.
Dolar AS menguat terhadap yuan China, euro Uni Eropa, rupee India, dan yen Jepang. Dolar AS menguat 0,04% terhadap yuan, 0,06% terhadap euro, 0,07% terhadap rupee, dan 0,44% terhadap yen. Dolar AS juga menguat terhadap dolar Singapura dan baht Thailand yang masing-masing sebesar 0,06% dan 0,34%.
Sementara itu, sejumlah mata uang negara mitra dagang Indonesia menunjukkan penguatan terhadap dolar AS. Poundsterling Britania Raya menguat 0,04% terhadap dolar AS, begitu pula dengan ringgit Malaysia yang menguat 0,16%.
Baca Juga
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan pasar memantau tensi di Iran. Ketegangan meningkat setelah Teheran memperingatkan bahwa akan menargetkan pangkalan militer AS. Demonstrasi anti pemerintahan Iran pun juga masih berlangsung dan memanas.
Presiden AS, Donald Trump mempertimbangkan serius ancaman ini. Beberapa opsi akan diambil untuk merespons ancaman Teheran.
Di dalam negeri AS, ketidakpastian politik meningkat setelah Departemen Kehakiman AS mengancam the Fed dengan kemungkinan dakwaan pidana. Ketua the Fed, Jerome Powell mengatakan bank sentral telah menerima panggilan pengadilan dari dewan juri terkait kesaksiannya di senat.
Ibrahim memproyeksikan rupiah akan bergerak di rentang perdagangan Rp 16.850-16.890 per US$.

