IHSG Ditutup Terkoreksi 0,34%, 7 Saham ARA dan 3 Saham Emiten Lippo Ambrol
JAKARTA, investortrust.id – Saat indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (4/11/2024), ditutup melemah 25,76 poin (0,34%) menjadi 7.479,50. IHSG bergerak dalam rentang 7.415-7.529 dengan nilai transaksi Rp 9,84 triliun.
Koreksi tersebut dipicu atas penurunan hampir seluruh sektor saham, seperti saham sektor consumer primer 1,40%, sektor material dasar 1,54%, sektor property 1,51%, sektor kesehata 1,02%, sektor energi 0,45%, dan sektor industry 1,47%. Satu-satunya saham yang berhasil menguat 0,09%.
Baca Juga
OJK Ungkap Industri Fintech Tanah Air Hadapi 4 Tantangan Ini, Apa Saja?
Meski IHSG ditutup anjlok, sejumlah saham ini justru berhasil catatkan lompatan harga, yaitu PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) sebanyak 34,91% menjadi Rp 228 dan PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) melesat 34,71% menjadi Rp 163.
Lompatan hingga ARA juga melanda PT Golden Flower Tbk (POLU) naik 24,87% menjadi Rp 1.230, PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT) naik 24,84% menjadi Rp 980, PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) melesat 24,72% menjadi Rp 1.690, PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) menguat 24,68% menjadi Rp 1.465, dan PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) naik 24,54% menjadi Rp 406.
Sebaliknya lima saham dengan penurunan paling dalam, yaitu saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR), PT Multipolar Tbk (MLPL), PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF), PT Lenox Pasifik Investama Tbk (LPPS), PT Sekar Laut Tbk (SKLT), dan PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE).
Baca Juga
Industri Tekstil dan Garmen Melemah, Penjualan Trisula (TRIS) Tetap Bertumbuh
Pekan lalu, IHSG ditutup anjlok sebanyak 2,46% menjadi 7.505. Penurunan IHSG tercatat yang paling dalam diantara bursa-bursa di Asia Pasifik. Pelemahan tersebut berimbas terhadap penurunan kapitalisasi pasar (market cap) sebanyak 2,23% menjadi Rp 12.601 triliun.
Koreksi indeks pekan ini dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham pekan ini, seperti sham sektor transportasi anjlok 2,85%, sektor keuangan anjlok 1,87%, sektor consumer non primer turun 2,73%, sektor material dasar jatuh 2,31%, dan sektor infrastruktur turun 1,42%. Penguatan hanya melanda saham sektor property dan consumer primer.
Grafik IHSG

