Saat IHSG Ambrol 3,40%, Tiga Saham Ini Perkasa, Bahkan Ada yang Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Tiga saham ini justru berhasil catatkan lompatan harga, saat indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (5/8/2024), anjlok sebanyak 248,47 (3,40%) menjadi 7.059,65. Koreksi IHSG tersebut mengikuti kejatuhan bursa saham dunia.
Ketiga saham tersebut adalah saham PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) ditutup naik hingga auto reject atas (ARA) dengan kenaikan Rp 49 (34,75%) menjadi Rp 190. Saham PT Sona Tourism Industry Tbk (SONA) menguat Rp 275 (23,81%) menjadi Rp 1.430 dan PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) melesat Rp 42 (16,92%) menjadi Rp 290.
Baca Juga
Pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga Melambat ke 4,93% Kuartal II
Sedangkan lima saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup berguguran, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun Rp 325 (3,19%) menjadi Rp 9.875, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) anjlok Rp 700 (8,14%) menjadi Rp 7.900, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melorot Rp 180 (3,82%) menjadi Rp 4.530.
Saham big cap lainnya yang anjlok dalam adalah saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun Rp 125 (1,06%) menjadi Rp 11.700 dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) anjlok Rp 700 (6,93%) menjadi Rp 9.400.
Terkait pergerakan hari ini, IHSG sempat ambrol lebih dari 305 poin mencapai 4,15% hingga mencapai 6.998,81. Penurunan tersebut sejalan dengan kejatuhan sejumlah bursa saham Asia lainnya.
Baca Juga
Berdasarkan data BEI, sektor saham dengan penurunan paling dalam melanda saham sektor energi 4,94%, sektor material dasar 4,69%, sektor transportasi 4,23%, sektor infrastruktur 3,15%, dan sektor properti 3,15%.
Penurunan dahsyat lainnya melanda saham sektor keuangan 2,69%, sektor teknologi 2,92%, sektor industri 3,73%, sedangkan penurunan paling kecil melanda saham sektor kesehatan 0,72%.
Kejatuhan indeks tersebut mengikuti pelemahan dalam sejumlah bursa saham Asia, seperti indeks Nikkei anjlok lebih dar 12%, indeks Kospi 8,77%, Strait Times turun 4,84%, indeks Taiwan melemah 8,35%, dan indeks Malaysia terjerembab 3,48%. Penurunan bursa saham Asia dipicu kekhawatiran ekonomi Amerika Serikat (AS) bakal lebih buruk, dibandingkan perkiraan semula.
Grafik IHSG

