Perdagangan Terakhir 2025, Rupiah Pagi Ini Berhasil Menguat Melawan Dolar AS
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (31/12/2025) pagi, meski indeks dolar AS bergerak naik di hari terakhir perdagangan 2025. Hal ini mencerminkan dinamika pasar valas yang masih dipengaruhi sentimen geopolitik dan kehati-hatian investor menjelang libur akhir tahun.
Nilai tukar rupiah menguat 0,21% ke posisi Rp 16.736 per dolar AS pada pukul 09.28 WIB. Penguatan ini terjadi di tengah pergerakan indeks dolar AS atau US Dollar Index (DXY) yang naik ke 98,26 berdasarkan data Bloomberg.
Dolar AS menguat terhadap ringgit Malaysia sebesar 0,17%, yen Jepang sebesar 0,02%, euro Uni Eropa sebesar 0,06%, serta poundsterling Britania Raya sebesar 0,04%. Penguatan tersebut mencerminkan posisi dolar AS yang relatif solid di pasar global pada penutupan tahun.
Baca Juga
Namun, penguatan dolar AS tidak merata. Mata uang negeri Paman Sam itu justru melemah terhadap sejumlah mata uang Asia. Dolar AS melemah 0,10% terhadap yuan China, turun 0,22% terhadap rupee India, terkoreksi 0,02% terhadap dolar Singapura, serta melemah 0,03% terhadap baht Thailand.
Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan volatilitas dolar AS pada hari ini dipicu beragam sentimen geopolitik yang terus membayangi pasar. Ketegangan Rusia dan Ukraina yang belum mereda, dengan keterlibatan AS sebagai juru runding, masih menjadi perhatian utama pelaku pasar. "Selain itu, muncul kekhawatiran baru terkait rencana AS menyerang Iran seiring isu pengembangan nuklir negara tersebut," kata dia dalam keterangannya, Rabu.
Dari kawasan Asia, sentimen risiko turut meningkat setelah China meluncurkan latihan militer di sekitar Taiwan pada Selasa (30/12/2025). Langkah tersebut dipersepsikan pasar sebagai penguatan sinyal potensi tekanan militer China terhadap Taiwan, sehingga menambah kehati-hatian investor global.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mencatat indeks saham Asia ditutup variatif pada Selasa. Indeks Hang Seng tercatat naik 0,9% ke level 25.855, sementara indeks Nikkei Jepang turun 0,4% ke posisi 50.399.
Baca Juga
Andry menjelaskan pergerakan pasar tersebut tidak lepas dari aksi ambil untung yang muncul seiring menipisnya likuiditas perdagangan pada pekan singkat libur akhir tahun.
Di sisi lain, pelaku pasar juga bersikap hati-hati menjelang rilis risalah rapat bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed), yang diharapkan memberikan penjelasan lanjutan terkait arah kebijakan inflasi dan suku bunga ke depan.

