Jelang Libur Tahun Baru, Rupiah Ditutup Melemah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah melemah di posisi Rp 16.788 per US$ pada Senin sore (29/12/2025). Posisi rupiah melemah 0,12% dibandingkan pada sesi Rabu (24/12/2025).
Pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi menjelaskan pelemahan rupiah pada sore ini terjadi karena menguatnya tensi geopolitik di Amerika Latin.
“Banyak investor banyak fokus masalah geopolitik,” kata Ibrahim.
Baca Juga
Usai Libur Natal, Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS ke Posisi Rp 16.769
Ibrahim menjelaskan saat ini Washington tengah melakukan sabotase terhadap kapal tanker dari Venezuela tujuan China dan India. Langkah ini dilakukan agar perekonomian Venezuela melemah dan masyarakat menggelar demonstrasi untuk menurunkan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Selain itu, Presiden AS Donald Trump juga memerintahkan penyerangan ke milisi di Nigeria. Ini dilakukan karena milisi tersebut menguasai kilang minyak sehingga membuat harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan dan dolar AS menguat.
Di sisi lain, Ibrahim menyoroti peran bank sentral AS yang akan menurunkan suku bunga acuan pada awal 2026. Meski demikian, proyeksi ini barus sebatas wacana yang menjadi perhatian investor.
Dari dalam negeri, bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat akan mempengaruhi proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025. Ibrahim menyebut bencana tersebut diperkirakan membuat target pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025 yang sebesar 5,6% akan meleset.
“Pasar apatis pertumbuhan ekonomi 2025,” ujar dia.
Baca Juga
Jelang Libur Panjang, Rupiah Menguat di Posisi Rp 16.767 per US$
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup menguat pada Senin ini. IHSG menguat 106,34 poin atau 1,25% menjadi 8.644,26 di Bursa Efek Jakarta.
Investor asing masih mencatat net buy sebesar Rp 2,24 triliun. Di pasar reguler, net buy asing mencapai Rp 1,03 triliun dan di pasar negosiasi net buy asing tercatat sebesar Rp 1,21 triliun.

