Rupiah Menguat 11 Poin Bertengger di Posisi Rp 16.706 per US$
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah menguat 11 poin atau naik -0,07% ke level Rp 16.706 per US$ pada Kamis (6/11/2025) pukul 09.49 WIB berdasarkan data Bloomberg. Rupiah yang menguat mengikuti pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) atau DXY yang melemah ke level 100,07.
Pelemahan DXY membuat dolar AS melemah terhadap seluruh mata uang pada perdagangan pagi waktu Indonesia. Dolar AS melemah terhadap dua mata uang utama, euro Uni Eropa dan poundsterling Inggris. Dolar AS melemah -0,09% terhadap euro dan -0,07% terhadap poundsterling.
Dolar AS juga lunglai di hadapan sejumlah mata uang negara-negara di Asia. Dolar AS melemah -0,03% terhadap yuan China, melemah -0,09% terhadap yen Jepang, dan melemah -0,08% terhadap dolar Singapura, serta melemah -0,16% terhadap ringgit Malaysia.
Sementara itu, penguatan dolar AS terpantau hanya terhadap won Korea Selatan sebesar 0,35% dan peso Filipina 0,02%.
Baca Juga
Rupiah Melemah ke Rp 16.729 meski Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,04%
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro mengatakan sentimen pasar membaik setelah data ketenagakerjaan sektor swasta menunjukkan hasil lebih kuat dari perkiraan. Selain itu, pasar juga melihat optimisme setelah Mahkamah Agung AS memutuskan untuk menentang kebijakan perdagangan agresif pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
“Pertanyaan skeptis dari Mahkamah Agung AS terkait kasus tarif yang diajukan pemerintahan Trump menurunkan risiko penerapan tarif dalam jangka pendek,” kata Andry.
Trump telah menandatangani dua perintah untuk menurunkan tarif impor fentanyl dari China dan memperpanjang pembekuan atas beberapa tarif timbal balik, pada Selasa (4/11/2025). Aturan ini akan mulai berlau pada 10 November 2025.
Sementara itu, manufaktur AS masih terkontraksi terlihat dari PMI Manufaktur AS yang turun 48,7 pada Oktober 2025 dari 49,1 pada September 2025.
Dari dalam negeri, setelah Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,04% pada kuartal III-2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,93% menjadi 8.318,53. Arus bersih investor asing yang masuk tercatat sebesar Rp 1,3 triliun.
“Imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun naik 0,8 basis poin menjadi 6,18% dan imbal hasil obligasi pemerintah, mata uang dolar AS, tenor 10 tahun naik 0,3 basis poin menjadi 4,9%” kata dia.
Dengan berbagai pertimbangan ini, rupiah diprediksi akan bergerak di kisaran Rp 16.675 hingga Rp 16.768 per US$.

