Rupiah Melemah ke Rp 16.729 meski Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,04%
Poin Penting
|
JAKARTA, investotrust.id - Rupiah terkoreksi 5 poin atau turun 0,02% ke posisi Rp 16.729 per dolar AS berdasarkan Jakarta Interbank Dollar Spot Rate (JISDOR). Rupiah tetap turun meski pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025 tercatat 5,04% secara tahunan.
Pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan pertumbuhan ekonomi yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan 5,04% secara tahunan. Angka ini menunjukkan laju ekonomi nasional tetap solid di tengah ketidakpastian global.
Baca Juga
Purbaya Minta Penempatan Dana Tak Diberikan ke Konglomerat atau Beli Dolar AS
Dari luar negeri, dolar AS terus menguat sejak pekan lalu. Analis memperkirakan peluang sebesar 69,8% bahwa the Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada Desember 2025.
Pemerintah AS juga masih menghadapi kebuntuan. Shutdown government masih berlanjut memasuki pekan keenam.
“Upaya terbaru untuk memecahkan kebuntuan, dengan meloloskan undang-undang sementara yang didukung Partai Republik melalui kongres, gagal di senat untuk ke-14 kalinya,” kata Ibrahim.
Fokus pasar saat ini, yaitu memantau data penggajian swasta AS bulan Oktober 2025. Data ini dapat mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang prospek kebijakan moneter the Fed.
Baca Juga
Rupiah Terseret Tekanan Global, Dolar AS Menguat di Tengah Kontraksi Manufaktur
Untuk perdagangan besok, Ibrahim memprediksi, rupiah tetap bergerak fluktuatif dengan penutupan melemah di rentang Rp 16.710 hingga Rp 16.760 per dolar AS.

