Rupiah Tertekan Jelang Rilis Data Ekonomi Kuartal III-2025
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Nilai tukar rupiah melemah 60 poin atau 0,36% ke posisi Rp 16.724 per dolar AS berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pada Selasa (4/11/2025).
Pelemahan mata uang Garuda ini terjadi seiring penguatan indeks dolar Amerika Serikat (AS) atau DXY yang menembus level 100, dipicu meredanya ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).
Baca Juga
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Menguat ke Sejumlah Mata Uang
Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan, sentimen global menjadi faktor utama tekanan terhadap rupiah. “Menambah ketidakpastian, beberapa pejabat The Fed pada Senin menyuarakan pandangan yang berbeda tentang perekonomian,” ujar Ibrahim di Jakarta, Selasa..
Menurutnya, tanda-tanda pemulihan ekonomi AS belum terlihat karena government shutdown, penutupan sementara sebagian layanan pemerintahan akibat kebuntuan anggaran, masih berlangsung hingga hari ke-33. Kondisi tersebut menambah ketidakpastian pasar keuangan global dan mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti dolar AS.
Baca Juga
Rupiah Terseret Tekanan Global, Dolar AS Menguat di Tengah Kontraksi Manufaktur
Dari sisi domestik, pelaku pasar menunggu rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025 yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu (5/11/2025) pukul 11.00 WIB. Konsensus ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5% secara tahunan (year-on-year/yoy). “Angka itu sejalan dengan perkiraan pemerintah yang berada di kisaran 5%,” ujar Ibrahim.

