Adopsi Bitcoin Korporasi Kian Pesat, 35 Perusahaan Publik Kini Pegang Lebih dari 1.000 BTC
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Adopsi Bitcoin oleh perusahaan publik global terus menunjukkan tren kenaikan signifikan. Hingga akhir Juli 2025, setidaknya 35 perusahaan publik tercatat memiliki lebih dari 1.000 BTC di neraca keuangan mereka, menandai meningkatnya minat institusional terhadap aset kripto terbesar di dunia.
Data terbaru dari Fidelity Digital Assets mengungkapkan, total nilai kepemilikan Bitcoin oleh perusahaan-perusahaan ini telah melampaui US$ 116 miliar, naik tajam dibandingkan dengan hanya 24 perusahaan pada akhir kuartal I 2025.
“Ini adalah peningkatan eksposur Bitcoin yang signifikan. Pembelian Bitcoin kini semakin tersebar luas di antara banyak perusahaan publik, tidak lagi terkonsentrasi pada segelintir pemain besar,” ujar Wakil Presiden Riset Fidelity Digital Assets Chris Kuiper, dalam unggahan di platform X, dilansir dari Cointelegraph, Senin (28/7/2025).
Baca Juga
Harga Bitcoin Melonjak Seiring AS - Uni Eropa Umumkan Perjanjian Dagang
Lonjakan pembelian korporasi ini terjadi hanya empat bulan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk membentuk cadangan Bitcoin federal, sebuah langkah bersejarah yang memberi sinyal kuat bahwa Bitcoin mulai dianggap sebagai bagian dari strategi keuangan nasional AS.
Berdasarkan data dari situs BitcoinTreasuries.NET, saat ini tercatat 278 entitas publik di seluruh dunia yang memegang Bitcoin, naik drastis dari 124 entitas hanya beberapa pekan lalu. AS memimpin dengan 94 entitas publik, diikuti Kanada (40) dan Inggris (19).
Sementara itu, total pembelian Bitcoin oleh perusahaan publik melonjak 35% secara kuartalan, dari 99.857 BTC di kuartal I 2025 menjadi 134.456 BTC di kuartal II 2025.
“Bukan hanya volume pembelian yang meningkat, tetapi jumlah perusahaan yang aktif membeli juga bertambah signifikan,” kata Kuiper.
Baca Juga
Bitcoin Bangkit dari Koreksi, Analis Perkirakan Lonjakan ke US$ 124.000
Di sisi lain, open interest untuk kontrak berjangka Bitcoin kini berada di atas US$ 45 miliar, mendekati rekor tertingginya. Menurut analis di platform aset digital Nexo Iliya Kalchev, hal ini mengindikasikan adanya minat spekulatif dan institusional yang terus menguat.
“Tren jangka pendek mungkin masih datar, tapi posisi pasar menunjukkan bahwa investor bersiap menghadapi fase penting berikutnya,” ucap Kalchev.
Bitcoin sendiri sempat melampaui kapitalisasi pasar Amazon senilai US$ 2,3 triliun, menjadikannya aset terbesar kelima di dunia berdasarkan valuasi, menurut laporan Cointelegraph pada 14 Juli lalu.

