Bitcoin "Rebound" di Tengah Merosotnya Harga Emas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin (BTC) menguat +2,90% bertengger di support US$ 114.490 (Rp 1,9 miliar) pada Senin (27/10/2025) pagi. Dominasi pasar BTC kini berada di level 59,64%, sementara total kapitalisasi pasar aset kripto juga melonjak +3,11% menjadi US$ 3,84 triliun.
Berikut data Top Gainers dan Top Losers dalam 24 jam
|
Top Gainer |
Top Losers |
||
|
Heroes of Mavia |
+115,37% |
Pippin |
-26,14% |
|
DIA (DIA) |
+53,27% |
MultiBank Group |
-15,03% |
|
PIVX |
+43,37% |
OG Fan Tokenn |
-11,43% |
*Data di atas diambil pada pukul 08:00 WIB
Baca Juga
Analis Prediksi Harga Bitcoin (BTC) akan 'Bullish' dalam Waktu Dekat, Berikut Alasannya
Financial Expert Ajaib Panji Yudha mengatakan, pasar aset kripto menunjukkan tren menghijau pada awal pekan ini, dengan harga Bitcoin (BTC) melejit ke level US$ 114.500 per pukul 08:00 WIB. Dalam periode perdagangan 17-27 Oktober 2025, BTC dan Emas menujukkan korelasi yang negatif. BTC tercatat telah mengalami kenaikan signifikan sebesar 10,60% dari level terendahnya di US$ 103.530.
Tren kenaikan ini didukung oleh korelasi negatif yang jelas dengan Emas, aset lindung nilai tradisional. Harga tokenisasi Emas (Token XAUT) tercatat telah turun lebih dari 8% dari rekor tertingginya di US$ 4.395 (sekitar Rp 73,3 Juta). Saat ini, harga Emas terkoreksi menjadi US$ 4.065 (Rp 67,41 juta).
"Koreksi tajam pada emas ini memicu investor untuk beralih dari aset safe haven menuju aset berisiko seperti Bitcoin, menandakan kembalinya sentimen risk on ke pasar kripto,' ujarnya dalam riset, Senin (27/10/2025).
Pergerakan harga Bitcoin didominasi oleh dua event makroekonomi dan geopolitik krusial yang akan berlangsung pekan ini:
-
Keputusan Suku Bunga The Fed (29 Oktober): Keputusan kebijakan moneter The Fed akan diumumkan pada 29 Oktober. Pasar futures dana Fed saat ini memproyeksikan hampir pasti terjadi pemotongan suku bunga sebesar 25 basis point, membawa kisaran target ke 3.75%-4.00%.
-
KTT AS-Tiongkok (30 Oktober): Presiden Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada 30 Oktober untuk membahas isu tarif. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengonfirmasi bahwa pejabat kedua negara telah mencapai ‘konsensus awal’ mengenai isu perdagangan utama, menandakan bahwa "ancaman tarif 100% terhadap produk asal China kini sudah tidak lagi menjadi bahasan". Kedua event ini menjadi penentu utama apakah sentimen risk-on akan berlanjut.
Sinyal Pemulihan Minat Investor
Aliran dana ke ETF Bitcoin spot menunjukkan rebound signifikan pada periode 20–24 Oktober 2025. Berdasarkan data SoSoValue, total inflow mingguan mencapai sekitar US$ 446 juta, dengan dorongan utama datang pada 21 Oktober yang mencatat masuknya US$ 477 juta, terbesar sepanjang bulan ini.
Meski sempat terjadi arus keluar di 22 dan 20 Oktober, minat beli kembali meningkat menjelang akhir pekan dengan tambahan inflow sebesar US$ 90,6 juta pada 24 Oktober. Pergerakan ini menandakan pemulihan kepercayaan investor terhadap aset berbasis Bitcoin setelah tekanan jual di pekan sebelumnya.
Sebaliknya, pada periode 13–17 Oktober, ETF Bitcoin mencatat outflow besar mencapai sekitar US$ 1,23 miliar. Hampir seluruh hari pada minggu itu menunjukkan aliran keluar, dengan puncak tekanan pada 16 Oktober yang mencatat outflow US$ 536 juta. Tekanan ini sempat menekan total aset kelolaan (AUM) di bawah US$ 145 miliar sebelum akhirnya pulih kembali di pekan berikutnya.
Baca Juga
Rekomendasi Altcoin
|
Altcoin |
Entry |
Take Profit |
Stop Loss |
|
ONDO (RWA) |
IDR12,400 |
IDR14,400 |
IDR11,700 |
|
ASTER (DEX) |
IDR18,100 |
IDR21,700 |
IDR16,900 |
|
ARB (Layer-2) |
IDR5,400 |
IDR6,300 |
IDR4,990 |
Analisa saham dan kripto dengan mudah dan cepat dengan InvestingPro, dapatkan diskon tambahan khusus untuk pembaca Investortrust, klik di sini

