Menkeu Purbaya Optimistis, Perekonomian Global Tidak Seburuk yang Dikhawatirkan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kondisi perekonomian global tak seburuk yang ditakutkan selama ini.
“Mereka mulai recover, kalau hitungan saya nggak salah, recover-nya akan lama,” kata Purbaya, saat konferensi pers APBN KiTA 2025 edisi September 2025, di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (22/9/2025).
Dengan membaiknya situasi global, kata Purbaya, aktivitas manufaktur dunia kembali ekspansif. Ini ditandai dengan PMI Manufaktur global yang mencapai 50,9.
“Trennya sepertinya akan membaik terus,” ujar dia.
Purbaya menerangkan wilayah Eropa sejak pertama kalinya sejak 2022 kembali mencatat ekspansi, sebagian besar negara G20 dan Asean juga menunjukkan pemulihan yang solid.
Menurut Purbaya siklus bisnis, misalnya di Amerika Serikat (AS) akan berjalan 10 tahun. Jika ekspansi dilakukan pada 2023 artinya hingga 2030 mereka akan aman.
“Jadi inilah enviroment global yang kita hadapi ke depan. Kalau kemarin-kemarin kita takut, harusnya kita berani,” ujar dia.
Keberanian ini, menurut Purbaya karena kondisi permintaan domestik Indonesia yang kuat. Ini turut ditopang oleh penurunan suku bunga AS yang biasanya akan menarik perekonomian global.
Di dalam negeri, neraca perdagangan kumulatif menunjukkan pertumbuhan. Pada Januari-Agustus 2025, total perdagangan ekspor impor mencatatkan sebesar US$ 41,06 miliar atau terjadi kenaikan 52,35% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Ini pertumbuhan yang fantastis. Walaupun orang bilang karena mau ada tarif front loading, kalau saya lihat tetap saja tumbuh. Ini menunjukkan globalnya nggak jauh-jauh amat. Tinggal kita fokus menjaga domestiknya,” ujar dia.
Baca Juga
Menkeu Purbaya Sebut Keseimbangan Primer Positif Jadi Indikasi Perlu Akselerasi Belanja Pusat
Memasuki semester II-2025 berbagai indikator ekonomi menunjukkan kinerja positif. Pada Agustus 2025, PMI Manufaktur bergerak ekspansif sebesar 51,5.
Selain itu, kata Purbaya, tingkat keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi terjaga pada level optimis di level 117,2. Penjualan ritel juga mengalami naik dan ternomalisasi pascalibur lebaran yaitu naik 2,7% secara tahunan.
Konsumsi listrik tumbuh positif. Data menunjukkan konsumsi listrik di sektor industri naik 4,1% secara tahunan dan sektor bisnis di posisi 4,7% secara tahunan.
“Penjualan semen yang masih menjadi indikator investasi bangunan juga menunjukkan perbaikan dalam dua bulan terakhir,” kata Purbaya.
Meski menunjukkan perbaikan, indikator investasi bangunan masih terkontransi -2,9% secara tahunan. “Kayaknya nggak klop ya, hehe,” ujar dia.

