Ekonomi Tumbuh 5,12% Bikin Rupiah Senyum, Ini Analisis Lengkapnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat dalam penutupan perdagangan Selasa (5/8/2025) setelah rilis pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) kuartal II 2025 berada di atas ekspektasi pasar.
Berdasarkan data Jisdor Bank Indonesia (BI) kurs rupiah tidak beranjak dari Rp 16.388 per dolar AS sejak Senin (4/8/2025) kemarin. Sementara dilansir Bloomberg, kurs rupiah bergerak menguat 11 poin (0,07%) ke level Rp 16.389 per dolar AS.
Baca Juga
Senior Economist PT Bank Pertama Tbk, Faisal Rachman, dalam analisisnya menyebut rupiah sempat dibuka menguat pada level Rp 16.358 per dolar AS (berdasarkan kurs Bank Permata). Namun, kemudian ternormalisasi pada tengah sesi satu, sejalan investor yang menunggu rilis data PDB Indonesia kuartal II 2025.
Adapun pertumbuhan PDB Indonesia terakselerasi menjadi 5,12% secara tahunan (year on year/yoy) dari sebelumnya 4,87% (yoy) pada kuartal I 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rilisnya menyebut pertumbuhan ini didukung investasi yang meningkat dan konsumsi rumah tangga yang resilien.
"Namun, reaksi pasar terhadap rupiah cenderung terbatas, meski rilis data PDB tersebut mampu mendorong penguatan IHSG," kata Faisal kepada Investortrust, Selasa (5/8/2025).
BPS mencatatkan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 sebanyak 5,12% secara tahunan. Angka tersebut menunjukkan peningkatan 4,04% secara quartal on quartal (qoq). Petumbuhan kuartal tersebut tertinggi sejak kuartal III-2023.
Baca Juga
Dolar AS Tergelincir Rabu Pagi, Kurs Rupiah Dapat Angin Segar
Pertumbuhan ekonomi berdasarkan PDB, yaitu atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp 5.947 triliun dan atas dasar harga konstans sebesar (ADHK) sebesar Rp 3.396,3 triliun.
“Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025, tumbuh sebesar 5,12% secara tahunan. Jika dibandingkan secara qoq terjadi kenaikan 4,04%” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud, di kantor pusat BPS, Jakarta, Selasa (5/8/2025).

