Dolar AS Tergelincir Rabu Pagi, Kurs Rupiah Dapat Angin Segar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Indeks dolar Amerika Serikat (DXY) tergelincir pada perdagangan hari Rabu (30/7/2025) pagi. Berdasarkan data Bloomberg, DXY melemah 0,09% ke level 98,7. Hal ini kemudian memberikan angin segar terhadap nilai tukar (kurs) rupiah.
Dilansir Bloomberg, kurs rupiah menguat 28 poin (0,17%) ke level Rp 16.380 per dolar Amerika Serikat (AS).
Menurut Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Andry Asmoro, investor menunggu keputusan kebijakan Federal Reserve. The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada hari Rabu, meskipun pasar akan mencermati sinyal-sinyal yang mengarah pada potensi penurunan suku bunga pada bulan September.
Baca Juga
Rupiah Hari Ini Ditutup Tertekan karena The Fed dan Tarif Perdagangan
"Fokus juga akan tertuju pada laporan Pengeluaran Konsumsi Pribadi yang akan datang—pengukur inflasi pilihan The Fed—untuk mendapatkan petunjuk tentang bagaimana tarif dapat memengaruhi tekanan harga," kata Andry dalam keterangannya, Rabu (30/7/2025).
Sejumlah data pasar tenaga kerja juga akan dirilis minggu ini, yang berpuncak pada laporan ketenagakerjaan bulanan yang akan dirilis pada hari Jumat.
Serangkaian indikator ekonomi utama juga akan dirilis dalam beberapa hari mendatang, yang memberikan wawasan lebih lanjut mengenai perekonomian AS. Indikator-indikator ini meliputi angka pertumbuhan PDB, data penggajian non-pertanian, dan PMI Manufaktur ISM.

