DHE SDA Melonjak, BI Sebut Ada Transaksi Rp 16,3 Triliun per Hari
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) mencatat adanya lonjakan pada penukaran devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) ke dalam rupiah. Menurut Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) Erwin Gunawan Hutapea, transaksi di pasar valuta asing (valas) domestik mengalami peningkatan drastis sejak kebijakan konversi DHE diberlakukan.
Erwin menyebut nilai transaksi harian di pasar valas domestik meningkat hingga sekitar US$ 1 miliar atau setara Rp 16,3 triliun (kurs Rp 16.321 per dolar AS) per hari. "Yang kami amati ya, di pasar itu memang sejak PP untuk ada transmisi, sejak PP konversi itu diperbolehkan, itu kita melihat on daily basis transaksi pasar valas itu tambah kira-kira US$ 1 miliar," katanya dalam taklimat media di kantor BI, Jakarta, Kamis (24/7/2025).
Kemudian Erwin menjelaskan, transaksi tersebut berasal dari eksportir besar yang konsisten menjual devisa mereka sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) terbaru.
"Banyak eksportir yang memang karena kebutuhan dan itu masuk dalam hal-hal yang diperbolehkan oleh PP yang membolehkan untuk konversi yang mereka melakukan penjualan. Dan dengan suplai dari DHE ini, ini memang membantu upaya kita untuk menjaga stabilitas," jelas dia.
Baca Juga
Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi US$ 152,6 Miliar di Tengah Ketidakpastian Global
Lebih lanjut ia mengungkap kebijakan konversi yang memberikan fleksibilitas pada eksportir untuk menukar DHE sesuai kebutuhan usaha menjadi kunci peningkatan suplai dolar di pasar.
Sehingga ia menyebut kebijakan itu memberikan dampak positif terhadap stabilitas nilai tukar dan ketersediaan likuiditas dalam sistem keuangan.
"Tambah US$ 1 miliar kan lumayan dan memang kami amati itu beberapa eksportir besar melakukan penjualan," sebutnya.
Baca Juga
BI Catat Devisa Ekspor SDA Sukses Kumpulkan Rp 373 Triliun dalam 2 Bulan
Sementara itu Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (DKEM) BI, Firman Mochtar menuturkan, peningkatan konversi DHE ke rupiah berperan langsung dalam memperkuat nilai tukar.
"Duit yang diterima itu ditukarkan ke dalam rupiah. Kalau duitnya ditukarkan, berarti ada tambahan suplai dolar. Kalau suplai dolarnya bertambah, berarti nanti permintaan terhadap rupiahnya naik. Makanya, itu yang mendorong mengapa kurs kita juga menguat," jelasnya.
Firman mengatakan, BI mencatat kondisi tersebut yang menjadi salah satu faktor pendorong penguatan kurs rupiah dalam beberapa waktu terakhir.

