Pemerintah Bantah akan Ekspor Bahan Mentah Mineral Kritis ke AS
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koodinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut tidak akan mengekspor bahan mentah seperti ore ke Amerika Serikat (AS). Pernyataan ini memastikan pernyataan dari Gedung Putih mengenai keputusan Indonesia yang akan menghapus batasan ekspor ke AS untuk komoditas industri termasuk mineral kritis.
“Jadi formatnya bukan ore tetapi sebagai industrial product dan ini sudah dilakukan oleh Amerika sejak 1967,” kata Airlangga, di kantornya, Jakarta, Kamis (24/7/2025).
Airlangga menjelaskan Presiden AS Donald Trump menyebut Indonesia memiliki keunggulan di komoditas tembaga. Ini dibuktikan dengan ekspor katoda yang dilakukan Freeport.
“Yang diperdagangkan adalah proses dari critical mineral,” ujar dia.
Baca Juga
AS Minta Indonesia Longgarkan Ekspor Mineral Kritis, ESDM Beri Penjelasan
Airlangga menyebut mineral kritis perlu diposisikan sebagai bagian dari produk industri, bukan sekadar bahan mentah hasil tambang. Ini sejalan dengan strategi hilirisasi yang terus didorong pemerintah.
meminta Indonesia untuk menghapus pembatasan ekspornya. Salah satu yang ditargetkan AS yaitu ekspor mineral kritis.
“Indonesia akan menghapus pembatasan ekspor komoditas industri ke AS, termasuk mineral kritis,” tulis laporan yang diterbitkan Gedung Putih yang berjudul, Joint Statement on Framework for United States-Indonesia Agreement on Reciprocal Trade, diakses Rabu (23/7/2025).
Dalam laporan tersebut, Indonesia dan AS berkomitmen untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan keamanan nasional untuk meningkatkan ketahanan dan inovasi ranti pasok. Ini dilakukan melalui tindakan komplementer untuk mengatasi praktik perdagangan tidak adil di negara lain dan melalui kerja sama pengendalian ekspor, keamanan investasi, dan pemberantasan penghindaran bea masuk.

