Hilirisasi Mineral Kritis, Cara RI Naik Level dari Ekspor Bahan Mentah
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Brian Yuliarto ke Istana Kepresidenan Jakarta pada pertengahan Januari 2026 untuk membahas percepatan hilirisasi mineral kritis dan penguasaan teknologi logam tanah jarang guna memperkuat industri strategis serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pada pertemuan yang berlangsung kurang dari 1 jam itu, Brian menyampaikan Presiden menekankan pentingnya mempercepat pembangunan industri mineral kritis. Brian Yuliarto mengatakan fokus pembahasan tertuju pada pengembangan sektor hilirisasi dan kesiapan teknologi dalam negeri.
"Jadi, Pak Presiden ingin mendorong industri strategis, terutama industri mineral kritis di Indonesia," kata Brian.
Ia menjelaskan Kepala Negara menekankan percepatan penguasaan teknologi industri mineral kritis, terutama logam tanah jarang atau rare earth, agar potensi sumber daya nasional dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga
Danantara Kawal Ekosistem Baterai Terintegrasi MIND ID di Karawang
"Tadi saya mendapatkan arahan agar dipercepat, teknologi segera dikuasai sehingga kandungan mineral kritis, rare earth salah satunya itu bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat," kata Kepala Badan Industri Mineral itu.
Selain isu hilirisasi mineral kritis, pembahasan juga menyinggung pengembangan mobil nasional. Hilirisasi rare earth dinilai relevan karena material tersebut digunakan dalam teknologi kendaraan listrik.
Brian menyampaikan Chief Technology Officer Danantara Sigit Puji Santosa diminta menjajaki kerja sama teknologi dengan pihak luar negeri terkait pengembangan industri rare earth, sambil tetap mempercepat riset domestik agar Indonesia memiliki kemampuan teknologi sendiri.
"Bagaimana hilirisasi rare earth itu bisa segera diwujudkan kerja sama teknologi dengan luar negeri kalau memang kita belum menguasai, tetapi tentu kita ingin riset-riset diperdalam sesegera mungkin sehingga kita bisa memiliki industri logam tanah jarang ini, hilirisasinya," katanya.
Dalam konteks industri nasional, hilirisasi mineral telah dijalankan oleh Mining Industry Indonesia (MIND ID), holding BUMN sektor tambang, yang memfokuskan strategi pada peningkatan nilai tambah mineral di dalam negeri melalui pengolahan lanjutan, manufaktur, serta integrasi rantai pasok.
Melalui entitas PT Aneka Tambang Tbk, nikel diolah menjadi feronikel, nickel matte, hingga bahan baku baterai kendaraan listrik. Sementara itu, tembaga dari tambang diproses melalui smelter menjadi katoda tembaga sebagai bahan baku kabel, elektronik, dan industri manufaktur. Proyek smelter milik PT Freeport Indonesia turut memperkuat rantai nilai di dalam negeri.
Baca Juga
Hilirisasi Tambang Dorong Nilai Tambah, Peran MIND ID dan Perminas Dibedakan
Pengolahan bauksit juga diarahkan tidak lagi berhenti pada ekspor bahan mentah, tetapi menjadi alumina dan aluminium yang digunakan untuk konstruksi, otomotif, dan energi melalui PT Indonesia Asahan Aluminium. Sementara hilirisasi timah oleh PT Timah Tbk dikembangkan ke produk bernilai tambah tinggi seperti solder, bahan kimia timah, serta komponen industri elektronik.
Pengolahan emas diarahkan menghasilkan bullion untuk memperkuat cadangan nasional dan mendukung ekosistem industri keuangan berbasis emas. Strategi hilirisasi tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat industri mineral kritis, sekaligus mendukung target industrialisasi dan transisi energi nasional.

