Rupiah Pagi Hari Ini Anjlok, Trump dan The Fed Bikin Pasar Resah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tergelincir pada perdagangan Rabu (2/7/2025) pagi karena Rancangan Undang-Undang yang diusulkan Donald Trump dan sentimen The Fed.
Berdasarkan data Bloomberg per pukul 09.00 WIB, rupiah melemah 8 poin (0,5%) ke level Rp 16.208 per dolar AS. Sementara indeks dolar (DXY) merosot 0,12% ke level 96,7.
Baca Juga
Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro mengungkap, sejumlah sentimen eksternal mempengaruhi pergerakan nilai tukar pagi hari ini. Pasar memperhatikan Senat AS yang baru menyetujui RUU pajak dan belanja Presiden Donald Trump dengan selisih tipis, dan mengirimkannya kembali ke DPR untuk pertimbangan akhir.
"Investor juga memantau perkembangan perdagangan, dengan penangguhan tarif timbal balik Trump selama 90 hari yang akan berakhir minggu depan," kata Andry dalam laporannya, Rabu (2/7/2025).
Terkait kebijakan moneter, Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan kembali sikap wait and see di Forum European Central Bank (ECB). Powell mencatat inflasi diperkirakan akan meningkat selama musim panas, tetapi menekankan kesabaran The Fed dalam menanggapi hal itu.
Baca Juga
Rupiah Ditutup Melonjak di Tengah Surplus Perdagangan 61 Bulan
Ia juga menyoroti mayoritas pejabat The Fed percaya pemotongan suku bunga kemungkinan akan tepat dilakukan akhir tahun ini. "Pasar saat ini memperkirakan pemotongan suku bunga sebesar 25 bps pada September, dengan ekspektasi yang meningkat untuk dua pemotongan tambahan pada akhir tahun," ungkap Andry.
Adapun indeks dolar (DXY) memangkas penurunan sebelumnya tetapi tetap di bawah 97 pada hari pertama Juli, mendekati level terendah sejak 2022. Hal ini terjadi setelah dolar AS membukukan penurunan hampir 10% dalam 6 bulan pertama tahun ini.

