‘Cumi-Cumi Darat’ Bikin Resah, VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) dan Laksana Bawa Bus Listrik ke Semarang
Poin Penting
|
SEMARANG, investortrust.id - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) bersama PT Laksana Bus Manufaktur mengikuti uji coba bus listrik 12 meter di koridor 1 Trans Semarang yang digelar Dinas Perhubungan Kota Semarang pada Jumat (13/02/2026). Uji coba dilakukan sekaligus untuk menjawab keresahan masyarakat Semarang terhadap bus berbahan bakar fosil yang menghasilkan polusi udara hingga populer dijuluki ‘Cumi-Cumi Darat’.
Seremoni uji coba bus listrik VKTR dan Laksana antara lain dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang Danang Kurniawan, Direktur dan Chief Operational Officer VKTR V Bimo Kurniatmoko, Direktur Teknik Laksana Stefan Arman, dan Direktur Komersial Laksana Alvin Arman. Dalam seremoni, bus listrik VKTR dan Laksana juga menjalani Uji Kir (uji berkala kelayakan kendaraan) sebagai bagian dari prosedur sebelum dinyatakan layak beroperasi.
“Melalui kolaborasi strategis antara pemda dan pelaku industri nasional, kami optimistis kehadiran bus listrik di Semarang tidak hanya menjawab isu ‘Cumi-Cumi Darat’, tetapi juga membuka babak baru ekspansi kendaraan listrik nasional di sektor transportasi publik,” kata Direktur dan Chief Operational Officer (COO) VKTR, V Bimo Kurniatmoko dalam keterangan pers yang diterima investortrust.id, Jumat (13/2/2026).
Menurut Bimo, uji coba dilakukan terhadap satu unit bus listrik 12 meter rakitan VKTR dan Laksana yang akan beroperasi selama satu bulan penuh di rute Terminal Mangkang – Terminal Penggaron. “Selama masa uji coba, bus akan melayani penumpang secara langsung sehingga dapat dilakukan evaluasi menyeluruh dari sisi teknis, operasional, hingga pengalaman pengguna,” ujar dia.
Baca Juga
VKTR Day Dorong Penguatan Kolaborasi Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional
Bimo menambahkan, sebanyak 122 bus listrik rakitan VKTR telah beroperasi di Jakarta melalui beberapa operator Transjakarta. Tambahan 30 bus lainnya sedang memasuki proses karoseri di Laksana.
Sebelum uji coba, VKTR bersama Laksana menginisiasi focus group discussion (FGD) bertema “Strategi Modernisasi dan Transisi Bus Listrik Menuju Angkutan Umum Kota Semarang yang Berkelanjutan” pada Senin (9/02/2026). Forum diskusi ini dihadiri Dinas Perhubungan Kota Semarang, BLU UPTD Trans Semarang, serta sejumlah operator lokal.
Dalam FGD tersebut, VKTR memaparkan kesiapan teknologi kendaraan listrik, skema pembiayaan, serta standar keselamatan operasional sebagai bagian dari solusi komprehensif elektrifikasi transportasi publik.
“Sebagai pionir perusahaan kendaraan listrik CKD di Indonesia, VKTR tidak hanya berkomitmen menghadirkan kendaraan listrik, tetapi juga aktif mendorong adopsi EV di berbagai sektor, termasuk sektor transportasi umum,” tutur Bimo Kurniatmoko
Dia mengungkapkan, setelah dipercaya Transjakarta menyediakan unit bus listrik di ibu kota, VKTR dan Laksana ingin membawa kesuksesan itu ke kota-kota lain. “Karena itu, kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan Dinas Perhubungan Kota Semarang serta Trans Semarang untuk turut serta dalam uji coba ini,” ucap dia.
Bimo menegaskan, uji coba tersebut merupakan momentum penting bagi VKTR dan bukti komitmen perseroan dalam mendukung transformasi transportasi publik ke arah yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Baca Juga
VKTR dan Laksana Kolaborasi Hadirkan 80 Bus Listrik Transjakarta
Kolaborasi Jadi Kunci
Direktur Teknik Laksana, Stefan Arman menjelaskan, kolaborasi industri menjadi kunci mempercepat elektrifikasi transportasi umum. “Sebagai perusahaan karoseri nasional, Laksana berkomitmen mendukung pengembangan bus listrik melalui inovasi desain dan standar keselamatan yang tinggi,” papar dia.
Kolaborasi bersama VKTR ini, menurut Stefan, menunjukkan industri dalam negeri memiliki kesiapan menghadirkan solusi transportasi publik yang modern, efisien, dan ramah lingkungan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan menyampaikan apresiasinya. Inisiatif uji coba bus listrik ini merupakan bagian rencana modernisasi armada Trans Semarang. “Ini sebagai langkah awal menuju transformasi angkutan umum yang lebih ramah lingkungan,” tegas dia.
Baca Juga
Tumbuh Dua Digit, Pendapatan Bersih VKTR Tembus Rp 717 Miliar
Evaluasi selama masa uji coba, kata dia, akan menjadi dasar penting dalam mempersiapkan implementasi bus listrik secara lebih luas di Kota Semarang. “Ini sejalan dengan komitmen kami menghadirkan layanan transportasi publik yang nyaman, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tandas dia.
Danang mengatakan, Kota Semarang tengah mempersiapkan rencana pengadaan 27 unit bus listrik 12 meter pada 2026 untuk Koridor 1 sebagai bagian dari modernisasi armada. Uji coba ini diharapkan menjadi langkah awal dalam proses evaluasi menuju implementasi yang lebih luas.
VKTR adalah pelopor elektrifikasi segmen kendaraan komersial di Indonesia. VKTR resmi mencatatkan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19 Juni 2023 sebagai emiten kendaraan listrik komersial pertama di Indonesia. VKTR berkomitmen mempercepat mobilitas berkelanjutan melalui inovasi manufaktur dan kemitraan strategis dengan produsen kendaraan listrik global terbaik.
Adapun Laksana merupakan perusahaan karoseri terkemuka di Indonesia dengan pengalaman panjang dalam memasok kendaraan bagi operator transportasi, perusahaan swasta, dan instansi pemerintah, baik di dalam maupun luar negeri. Dengan komitmen terhadap inovasi dan standar keselamatan tinggi, Laksana terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi transportasi darat, termasuk mendukung transisi menuju implementasi bus listrik di Indonesia.

