Rupiah Ditutup Menguat Jelang Libur Panjang
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (26/6/2025) jelang libur panjang peringatan Tahun Baru Islam 1447 Hijriah. Berdasarkan data Jisdor Bank Indonesia (BI) kurs rupiah menguat 59 poin (0,36%) ke level Rp 16.233 per dolar AS.
Pada perdagangan pasar spot valas, data Bloomberg hingga pukul 16.30 WIB menunjukkan kurs rupiah bergerak menguat 91 poin (0,56%) ke level Rp 16.209 per dolar AS.
Ketua Federal Reserve Jerome Powell muncul di hadapan Kongres lagi pada hari Rabu, mengulangi peringatannya terhadap pemotongan suku bunga terlalu cepat dan memperingatkan bahwa inflasi yang disebabkan oleh tarif mungkin terbukti lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya.
Baca Juga
Sidang dua hari tersebut menggarisbawahi perpecahan yang sedang berlangsung antara Powell dan Trump, yang terus mendorong pemotongan suku bunga segera. Trump mengkritik tajam Powell pada hari Rabu, menyebutnya "buruk" dan mengungkapkan bahwa ia memiliki "tiga atau empat orang" yang sedang dipertimbangkan untuk menggantikannya.
Laporan Wall Street Journal menyebutkan calon potensial adalah mantan Gubernur Fed Kevin Warsh, Direktur NEC Kevin Hassett, Menteri Keuangan Scott Bessent, dan Gubernur Fed Christopher Waller. Menurut pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi, pernyataan oleh Trump tersebut dapat memicu keraguan atas independensi Fed.
"Investor kini menanti sejumlah data ekonomi penting dari AS. Hal itu termasuk produk domestik bruto (PDB) dan data ketenagakerjaan yang akan segera dirilis, serta data inflasi pada yang akan memberikan petunjuk lebih lanjut tentang arah kebijakan The Fed," tulis Ibrahim dalam laporannya, Kamis (26/6/2025).
Di pasar Asia, China mengumumkan bahwa mereka akan mengambil langkah lebih kuat untuk meningkatkan konsumsi domestik yang lemah, yang menandakan potensi peluncuran langkah-langkah stimulus tambahan dari Beijing.

