Rupiah Melemah dan IHSG Anjlok Sempat di Bawah 6.000, Nyaris Trading Halt
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat dalam perdagangan Senin (24/03/2025) pagi, tertekan penguatan indeks dolar AS. Mengawali perdagangan pekan ini, berdasarkan data Yahoo Finance, nilai tukar mata uang Garuda bergerak melemah 15 poin (0,09%) ke level Rp 16.509 per dolar AS. Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pun anjlok, sempat di bawah level psikologis 6.000 dan nyaris mencapai batas bisa dihentikan sementara atau trading halt.
Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro mengatakan, sentimen dari global memengaruhi pergerakan kurs rupiah terhadap greenback hari ini. "DXY (indeks dolar AS) menguat menuju 104, naik untuk sesi ketiga berturut-turut. Investor terus menilai sikap kebijakan moneter Federal Reserve," kata Andry dalam keterangan di Jakarta, Senin (24/03/2025).
Baca JugaPemberlakuan Tarif Resiprokal Trump Makin Dekat, Pasar Asia-Pasifik Mayoritas Melemah
Investor mencermati komentar Ketua The Fed Jerome Powell, yang meremehkan kekhawatiran bahwa penaikan tarif impor oleh Presiden AS Donald Trump dapat memicu kembali inflasi. Ia menyebut dampaknya sementara.
Namun, proyeksi Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan revisi ke bawah terhadap pertumbuhan AS dan pengangguran yang lebih tinggi. Hal ini mendorong pasar untuk memperkirakan tiga pemotongan suku bunga oleh The Fed tahun ini.
Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memprediksi Fed Funds Rate kemungkinan hanya memangkas suku bunga satu kali tahun ini. Saat ini, FFR sebesar 4,25-4,50%, sedangkan BI Rate masih ditahan 5,75%.
Baca Juga
Pertumbuhan Kuartal IV AS
Sementara itu, minggu ini, investor akan menunggu rilis data ekonomi utama seperti pendapatan dan pengeluaran pribadi AS, indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE), Purchasing Managers' Index (PMI) Global S&P, kepercayaan konsumen Conference Board (CB), dan pesanan barang tahan lama. Selain itu, pembacaan akhir pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS kuartal IV lalu.
Sementara berdasarkan data Yahoo Finance, kurs rupiah bergerak menguat 0,12 poin ke level Rp 110.33 terhadap yen Jepang. Namun, kurs rupiah merosot 59 poin (0,33%) ke level Rp 17.891 terhada euro.
IHSG Memerah
Di Bursa Efek Indonesia, IHSG memerah sejak pagi. Bahkan, indeks sempat anjlok di bawah level psikologis 6.000, hingga menyentuh 5.979,70 berdasarkan data BEI pukul 10.20 WIB. Dibandingkan penutupan kemarin di 6.258,18, indeks terpangkas 278,48 poin atau 4,45%, nyaris menembus 5% yang bisa menyebabkan perdagangan saham dihentikan sementara oleh BEI.
Pada pukul 10.44 WIB, IHSG berada di level 6.112,60. Indeks melemah 145,58 poin atau 2,33%.
Kejatuhan indeks itu terjadi bertepatan dengan agenda konferensi pers penyampaian pengumuman strategis dan signikan bagi perkembangan kelembagaan baru Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), yang dijadwalkan dimulai pukul 11.00 WIB. Danantara merupakan sovereign wealth fund (SWF) yang baru saja dibentuk oleh Indonesia tahun ini.
Baca Juga
Jelang Pengumuman Struktur, Pemerintah Tuntaskan Pengalihan Seluruh Saham Bank BUMN ke Danantara
Sementara itu, di BEI, pemberlakuan trading halt didasarkan pada Surat Keputusan Direksi BEI No Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat. Sesuai dasar hukum tersebut, trading halt sempat diberlakukan Selasa siang pekan lalu (18/03/2025) karena penurunan IHSG telah mencapai 5%, bahkan sempat terkoreksi 6,12% saat perdagangan kembali dibuka, sebelum penutupan sesi I.
Dikutip dari Surat Keputusan Direksi BEI, perubahan regulasi itu dilakukan untuk menjaga perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien. Sedangkan definisi kondisi darurat menurut aturan resmi tersebut adalah keadaan atau peristiwa yang terjadi di luar kehendak dan atau kemampuan bursa. Kondisi itu menyebabkan perdagangan efek di bursa tidak dapat dilangsungkan secara teratur, wajar, dan efisien.

