Indeks Dolar Menguat, Rupiah Melemah Jumat
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah bergerak melemah pada Jumat (21/03/2025) pagi, tertekan penguatan kembali indeks dolar Amerika Serikat. Berdasarkan data Yahoo Finance, kurs rupiah melemah 19 poin (0,12%) ke level Rp16.489 per dolar AS, dibanding penutupan perdagangan terakhir kemarin di posisi Rp 16.470 per dolar AS.
"Indeks dolar naik ke 104. DXY memperoleh daya tarik setelah jatuh ke level terendah lima bulan di 103,2 minggu ini, meski terjadi penurunan dalam imbal hasil Treasury, di tengah perkembangan dovish untuk mata uang dalam DXY," kata Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro dalam keterangan di Jakarta, Jumat (21/03/2025) pagi.
Baca Juga
Peluang 3 Kali Pemotongan Bunga
Di sisi lain, Andry menjelaskan, Ketua The Fed Jerome Powell meremehkan kekhawatiran bahwa penaikan tarif impor oleh Presiden AS Donald Trump dapat memicu kembali inflasi, dengan menyebut dampaknya sementara. Namun demikian, proyeksi FOMC menunjukkan revisi ke bawah terhadap pertumbuhan dan pengangguran yang lebih tinggi, yang mendorong pasar untuk memperkirakan tiga pemotongan suku bunga oleh Fed tahun ini.
"Ini sebanding dengan taruhan dua pemotongan suku bunga sebelum keputusan suku bunga, yang konsisten dengan proyeksi median FOMC terbaru," sebut Andry.
Baca Juga
Bahlil Ungkap Royalti Emas dan Nikel Akan Naik 1,5% hingga 3%
Sementara itu, penjualan rumah di AS naik sebesar 4,2% pada Februari 2025 dibanding bulan sebelumnya, ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebenyak 4,26 juta rumah. Bisnis properti ini bangkit kembali dari penurunan 4,7% yang direvisi ke bawah pada bulan sebelumnya, dan jauh di atas ekspektasi pasar bahwa akan turun menjadi 3,95 juta rumah.

