Indeks Dolar Menguat Tekan Rupiah Jumat Pagi
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan di pasar spot valas melemah, Jumat (31//01/2025) pagi. Sentimen datang dari penguatan indeks dolar AS yang menekan mata uang Garuda.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah lanjut melemah terhadap geenback. Nilai tukar rupiah melemah 50 poin atau 0,31% pada pukul 11.02 WIB, ke level Rp 16.304 per dolar AS. Secara year to date, mata uang Garuda sudah terdepresiasi 1,36%.
"Pada hari Rabu, Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan AS tetap, setelah tiga kali pemotongan berturut-turut tahun lalu. Keputusan ini menandakan sikap yang lebih hati-hati karena The Fed menilai inflasi (masih belum sesuai sasaran 2%) dan mengantisipasi kemungkinan tindakan oleh Presiden AS Donald Trump," kata analis pasar modal M Rizhan dari Mirae Asset Sekuritas dalam keterangan di Jakarta, Jumat (31//01/2025).
Inflasi yang lebih tinggi dikombinasikan dengan pasar kerja yang lebih kuat biasanya berarti The Fed cenderung tidak akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. Ketua The Jerome Powell mengambil pendekatan yang hati-hati terkait suku bunga, dengan mencatat bahwa ekonomi secara umum sehat, dengan pengangguran sebesar 4,1% dan pertumbuhan tahunan sebesar 3% pada musim gugur.
Baca Juga
Yield Oblikasi AS Turun
Rizhan mengatakan, imbal hasil obligasi pemerintah AS (UST) turun pada Kamis, karena data ekonomi AS menunjukkan pertumbuhan kuartal keempat yang lebih lambat dari perkiraan. Imbal hasil UST tenor 10 tahun turun 3 bps menjadi 4,52% dan 2 tahun turun 1 bps menjadi 4,21%. Penurunan imbal hasil ini mengikuti laporan produk domestik bruto (PDB) yang mengecewakan, sebagaimana dilaporkan Departemen Perdagangan AS.
"Rupiah diperkirakan akan berfluktuasi, menyusul keputusan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga tetap. Ini seperti yang diantisipasi oleh para pelaku pasar," paparnya.
Baca Juga
Sementara itu, indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang utama lainnya, meningkat sebesar 0,3% pada hari Rabu. Hal ini membuat investor asing melihat harga emas lebih mahal.

