Langkah Trump Perlemah Dolar, Rupiah Dibuka Menguat
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat dalam perdagangan Jumat (21/02/2025), seiring pelemahan indeks dolar lantaran kekhawatiran atas langkah-langkah Presiden AS Donald Trump. Dilansir Yahoo Finance, kurs rupiah bergerak menguat 35 poin (0,21%) ke level Rp 16.289 per dolar AS.
Investor kali ini tengah mewanti-wanti langkah kebijakan Presiden AS Donald Trump. Trump di antaranya mempertimbangkan usulan tarif terbaru, termasuk penerapan bea masuk 25% pada mobil, farmasi, dan semikonduktor.
Trump mengatakan tarif tersebut dapat naik secara signifikan dalam setahun ke depan. Kebijakan ini bisa mulai diberlakukan paling cepat pada 2 April.
Risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dirilis pada Rabu mencatat, pejabat Federal Reserve mengatakan mereka perlu melihat inflasi AS turun lebih jauh, sebelum memangkas suku bunga lebih lanjut. Mereka juga khawatir tentang dampak tarif Trump terhadap inflasi di negara dengan perekonomian tertinggi di dunia itu.
Baca Juga
Berapa Keuntungan Investasi di AS, Mengapa Asing Net Sell Saham dan SBN?
Dampak Perubahan Kebijakan Perdagangan
Para peserta rapat FOMC menyatakan, dengan asumsi ekonomi tetap mendekati tingkat ketenagakerjaan maksimum, mereka ingin melihat kemajuan lebih lanjut dalam inflasi, sebelum melakukan penyesuaian tambahan pada kisaran target suku bunga dana federal. Fed Funds Rate saat ini 4,25-4,50%.
Pejabat The Fed menyoroti risiko kenaikan prospek inflasi dan secara khusus, para peserta rapat FOMC mengutip kemungkinan dampak dari perubahan kebijakan perdagangan dan imigrasi yang potensial.
Sementara itu, Conference Board melaporkan bahwa leading economic Index secara tidak terduga mengalami kontraksi pada Januari.

