Harga Emas Naik Tipis Dipicu Kuatnya Permintaan Aset Safe Haven
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas naik tipis ke level US$ 2.939 per troy ons pada perdagangan pagi ini, Jumat (21/2/2025) didorong oleh masih kuatnya permintaan terhadap aset safe haven karena kekhawatiran terhadap eskalasi perang dagang Amerika Serikat (AS) yang semakin dalam.
Dalam riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) berpandangan investor turut mengamati data PMI manufaktur dan jasa AS yang akan rilis malam ini.
“Selain itu para pejabat The Fed mulai menunjukkan pendekatan yang lebih berhati-hati dalam merespons kondisi ekonomi terkini,” tulis riset ICDX yang diterbitkan Jumat, (21/2/2025).
Baca Juga
Meningkatnya Permintaan Aset Safe Haven Dorong Kenaikan Harga Emas
Presiden Fed Atlanta, Raphael Bostic, menyatakan bahwa ia masih memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini, tetapi menekankan bahwa tidak ada indikasi lonjakan inflasi baru yang memerlukan respons kebijakan yang lebih agresif.
Di sisi lain, Presiden Fed St. Louis, Alberto Musalem, menyoroti bahwa risiko inflasi tetap tinggi dan berpotensi bertahan di atas target 2% terutama dengan adanya dampak dari kebijakan tarif Trump yang lebih luas.
Sementara di sisi geopolitik, ketegangan antara AS dan Ukraina kembali meningkat setelah Trump secara terbuka menyebut Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, sebagai seorang diktator dan mendesaknya untuk segera menyepakati perjanjian damai guna menghindari risiko yang lebih besar bagi negaranya.
“Pernyataan ini memicu spekulasi mengenai kemungkinan berakhirnya konflik dalam waktu dekat, yang dapat mengurangi ketegangan geopolitik untuk sementara waktu dan membebani harga emas pada jangka pendek,” ulas riset tersebut.
Baca Juga
Sementara itu, data makroekonomi AS terbaru menunjukkan bahwa jumlah pengajuan tunjangan pengangguran baru di AS meningkat moderat sebesar 5.000 menjadi 219.000 untuk pekan yang berakhir 15 Februari, lebih tinggi dari ekspektasi pasar di 215.000.
Meskipun demikian, angka ini tetap mencerminkan pasar tenaga kerja yang solid, yang memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat lebih lama. “Fokus investor kini tertuju pada rilis data PMI Manufaktur dan PMI Jasa AS untuk bulan Februari yang dijadwalkan malam ini,” urainya.
PMI Manufaktur AS diproyeksikan naik ke 51,3 dari 51,2 pada Januari, sementara PMI Jasa AS diperkirakan meningkat ke 53,0 dari 52,9 pada Januari.
“Tanda-tanda positif terlihat pada sektor manufaktur dan jasa karena produksi barang dan ekspansi aktivitas jasa yang kembali meningkat setelah mengalami penurunan pada akhir tahun lalu,” paparnya.
Dari sisi teknikal, ICDX memperkirakan support terdekat harga emas saat ini berada di kisaran US$ 2.928 - US$ 2.915, dengan resistance terdekat di US$ 2.951 - US$ 2.961. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam berada di US$ 2.892, sementara resistance terjauh berada di US$ 2.984.

